detikfinance

Ekonomi Global: Resesi Lebih Dalam, Kepercayaan di Tingkat Rendah

Luhur Hertanto - detikfinance
Senin, 23/03/2009 20:32 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Bagaimana sebenarnya kondisi perekonomian dunia terkini? Situasinya adalah resesinya lebih dalam sementara tingkat kepercayaannya berada di titik rendah.

"Istilahnya so much.. bloomier, dalam hal ini dalam situasi dimana resesinya dianggal lebih dalam dan kepercayaannya pada tingkat low, itu adalah global economi situasinya," jelas Menkeu Sri Mulyani Indrawati di kantor presiden, Jakarta, Senin (23/3/2009).

Oleh karena itu, tegas Menkeu, pertemuan para pemimpin negara-negara kaya dan berkembang G20 menjadi penting untuk mengambil sebuah langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Pertemuan G20 yang rencananya berlangsung di London pada 1-2 Maret mendatang rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pertemuan pendahuluan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20 telah berlangsung sebelumnya, yang juga diikuti oleh Sri Mulyani dan Boediono.

"Semakin urgent bagi G20, terutama nanti pada leaders meeting untuk bisa menghasilkan atau to restore confidence dan membuat langkah2 konkret," tegas Plt Menko Perekonomian ini.

Langkah konkret pertama yang harus diambil adalah mengatasi masalah likuiditas yang kini semakin mengering akibat masalah perbankan di AS dan Inggris.

Langkah kedua, lanjut Sri Mulyani, adalah menangani masalah perbankan yakni melalui penanganan aset-aset bermasalahnya.

"Masalah ini bisa segera diatasi dengan menangani apa yang disebut aset-aset buruk atau disebut dengan toxic asset," jelasnya.

Ketiga, bagaimana agar lembaga-lembaga keuangan tersebut segera menjalankan fungsi intermediasinya. Karenanya, lanjut Sri Mulyani, kehadiran AS dalam pertemuan G20 menjadi penting untuk memberikan semacam jaminan bahwa mereka akan menangani permasalah perekonomian mereka agar tidak menulari negara lain.

"Dan ini diwujudkan dengan pertama-pertama pada minggu lalu Federal Reserve sudah melakukan injeksi likuiditas sangat besar di dalam perbankan AS kalau tidak salah sebesar US$ 1,5 triliun. Dan pada hari Senin ini Menkeu AS akan menyampaikan rencana untuk menangani toxic asset secara lebih detil," katanya.

Dengan dua tindakan ini diharapkan plus tambahan adanya stimulus package yang akan diumumkan presiden Obama, kita berharap seluruh anggota G20, bahwa confidence terutama terhadap prospek perekonomian Amerika akan menjadi lebih positif dan itu akan berpengaruh kepada seluruh perekonomian global," tembahnya.

Menurut Sri Mulyani, langkah nyata dari AS ini sangat penting mengingat berbagai proyeksi menyatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi dunia bisa minus antara 0,5-1,5%. Seluruh dunia diperkirakan sulit untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Negara-negara manapun yang bisa mampu mencetak economic growth tahun 20009 dengan angka positif meski kecil sekalipun, itu sudah dianggap prestasi  luar biasa, karena seluruh dunia akan mengalami negative growth pada tahun ini. Artinya yang disebut resesi itu bukan resesi negara atau resesi regional tetapi resesi global," tegasnya lagi.

Kondisi yang lebih parah diprediksi akan dialami oleh negara-negara berkembang dan berpendapatan rendah. Para pemimpin G20 akan menghadapi tantangan bagaimana melindungi negara-negara tersebut agar tidak rawan terkena dampak krisis global.

Selain itu, harus diupayakan bagaimana memperpanjang utang dari negara-negara tersebut di tengah krisis likuiditas kini.

Untuk masalah ini, Indonesia bersama-sama dengan Prancis akan menjadi ketua dari working group empat yang membahas mengenai reformasi Bank Dunia, bank pembangunan regional seperti ADB, Bank Pembangunan Amerika Latin, Islamic Development Bank, untuk membentuk support fund secara global.

"Pada saat ini yang sudah disetujui sekitar US$ 100 miliar additional new landing akan ditambahkan secara global kepada terutama negara-negara berkembang untuk mengatasi masalah  likuiditas dan roll over risk yang dihadapi negara-negara berkembang," jelasnya.

"Presiden akan sampaikan posisi Indonesia dan apa yang akan dilakukan pada level nasional,  regional karena Indonesia mewakili ASEAN secara keseluruhan akan menyampaikan posisi ASEAN terutama kemajuan Chiang Mai Initiative. Presiden akan sampaikan hal-hal yang masih perlu diperhatikan untuk bisa selesaikan masalah ekonomi dunia," pungkasnya.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.