Pemerintah Siapkan Holding BUMN Geothermal
Rabu, 25/03/2009 10:17 WIB
Foto: Epi/detikFinance
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mengkaji pembentukan induk usaha alias holding company BUMN geothermal.
Nantinya, holding company tersebut akan menggabungkan tiga anak usaha BUMN pertambangan dan energi. Seperti anak usaha dari PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara dan unit usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (Piset) Sahala Lumban Gaol di di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
"Geothermal ini penting untuk dikelola oleh satu BUMN karena potensi geothermal Indonesia itu paling baik di seluruh dunia," katanya.
Tim pelaksana kajian pembentukannya pun sudah dibentuk secara informal. Ia mengatakan, dengan potensi yang besar maka jika suatu saat pemerintah akan memberikan subsidi terhadap sektor tersebut tinggal melalui satu pintu saja.
Ia juga mengatakan, minat internasional terhadap geothermal Indonesia sangat besar. Agar investor tidak kebingungan memilih BUMN yang akan dimasuki maka alangkah lebih baik jika semuanya dilebur ke dalam satu induk usaha.
"Nanti kita susun lebih lanjut. Sudah ada kesepakatan dengan semuanya," jelasnya.
(ang/lih)
Nantinya, holding company tersebut akan menggabungkan tiga anak usaha BUMN pertambangan dan energi. Seperti anak usaha dari PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara dan unit usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (Piset) Sahala Lumban Gaol di di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
"Geothermal ini penting untuk dikelola oleh satu BUMN karena potensi geothermal Indonesia itu paling baik di seluruh dunia," katanya.
Tim pelaksana kajian pembentukannya pun sudah dibentuk secara informal. Ia mengatakan, dengan potensi yang besar maka jika suatu saat pemerintah akan memberikan subsidi terhadap sektor tersebut tinggal melalui satu pintu saja.
Ia juga mengatakan, minat internasional terhadap geothermal Indonesia sangat besar. Agar investor tidak kebingungan memilih BUMN yang akan dimasuki maka alangkah lebih baik jika semuanya dilebur ke dalam satu induk usaha.
"Nanti kita susun lebih lanjut. Sudah ada kesepakatan dengan semuanya," jelasnya.
(ang/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
