Menperin: Aturan Ekspor Rotan Harus Diubah
Jumat, 27/03/2009 13:25 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Aturan ekspor rotan saat ini banyak merugikan perajin sentra rotan yang terkatung-katung nasibnya karena seretnya pasokan bahan baku.
Menteri Perindustrian Fahmi Idris geram mendengar permasalahan ketentuan ekspor rotan yang salah satunya menimpa perajin sentra rotan di Cirebon.
Menperin mendesak agar ketentuan ekspor bahan baku rotan yang tertuang dalam Permendag No 12 tahun 2005 diubah, yaitu hanya membolehkan ekspor produk rotan jadi atau setengah jadi.
"Permintaan saya adalah Permendag No 12 tahun 2005 itu dirubah," seru Fahmi.
Fahmi menegaskan untuk menjamin pasokan bahan baku rotan bagi perajin lokal, seharusnya ketentuan ekspor hanya dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi rotan. Ia dengan tegas meminta agar tidak ada lagi ekspor rotan dalam bentuk mentah.
Menurutnya saat ini dunia sangat bergantung dengan suplai rotan dari Indonesia, sehingga jangan sampai negara-negara lain industri rotannya maju namun Indonesia sebagai penghasil rotan justru kekurangan bahan baku rotan.
"Itu tragis sekali, ibarat pepatah ayam mati di lumbung padi," ucap menteri berkacamata ini.
Namun ia juga tidak memungkiri kalau daya serap industri rotan dalam negeri masih terbatas, yang hanya mampu mengolah 6 jenis rotan dari sekian banyak jenis yang ada di Indonesia. Sehingga di luar dari itu, ia masih berbesar hati untuk mengamini ekspor rotan tersebut.
"Parahnya lagi 6 ini diekspor juga, ini yang membuat saya dan saudara Benny (Dirjen Agro dan Kimia) tersinggung," ketusnya.
Meskipun ia mengakui ada beberapa daerah penghasil rotan yang justru memilih mengendaki ekspor bahan baku rotan, karena mereka menganggap menyuplai ke sentra industri rotan tertentu hanya menguntungkan sentra tersebut namun tidak menguntungkan daerah penghasil rotan.
Bahkan dengan tegas ia menyayangkan ada gubernur yang menyatakan seperti itu, namun ia berharap nantinya daerah-daerah penghasil rotan bisa menjadi sentra industri rotan yang selama ini hanya banyak di Jawa saja seperti Cirebon.
Sebelumnya pihak Departemen Perdagangan (Depdag) menyatakan sedang merevisi aturan ekspor bahan baku rotan yaitu Permendag No 12 Tahun 2005. Revisi itu diantaranya untuk memperjelas pasokan bagi industri kerajinan rotan dalam negeri dari para pemasok ke industri rotan.
(hen/ir)
Menteri Perindustrian Fahmi Idris geram mendengar permasalahan ketentuan ekspor rotan yang salah satunya menimpa perajin sentra rotan di Cirebon.
Menperin mendesak agar ketentuan ekspor bahan baku rotan yang tertuang dalam Permendag No 12 tahun 2005 diubah, yaitu hanya membolehkan ekspor produk rotan jadi atau setengah jadi.
"Permintaan saya adalah Permendag No 12 tahun 2005 itu dirubah," seru Fahmi.
Fahmi menegaskan untuk menjamin pasokan bahan baku rotan bagi perajin lokal, seharusnya ketentuan ekspor hanya dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi rotan. Ia dengan tegas meminta agar tidak ada lagi ekspor rotan dalam bentuk mentah.
Menurutnya saat ini dunia sangat bergantung dengan suplai rotan dari Indonesia, sehingga jangan sampai negara-negara lain industri rotannya maju namun Indonesia sebagai penghasil rotan justru kekurangan bahan baku rotan.
"Itu tragis sekali, ibarat pepatah ayam mati di lumbung padi," ucap menteri berkacamata ini.
Namun ia juga tidak memungkiri kalau daya serap industri rotan dalam negeri masih terbatas, yang hanya mampu mengolah 6 jenis rotan dari sekian banyak jenis yang ada di Indonesia. Sehingga di luar dari itu, ia masih berbesar hati untuk mengamini ekspor rotan tersebut.
"Parahnya lagi 6 ini diekspor juga, ini yang membuat saya dan saudara Benny (Dirjen Agro dan Kimia) tersinggung," ketusnya.
Meskipun ia mengakui ada beberapa daerah penghasil rotan yang justru memilih mengendaki ekspor bahan baku rotan, karena mereka menganggap menyuplai ke sentra industri rotan tertentu hanya menguntungkan sentra tersebut namun tidak menguntungkan daerah penghasil rotan.
Bahkan dengan tegas ia menyayangkan ada gubernur yang menyatakan seperti itu, namun ia berharap nantinya daerah-daerah penghasil rotan bisa menjadi sentra industri rotan yang selama ini hanya banyak di Jawa saja seperti Cirebon.
Sebelumnya pihak Departemen Perdagangan (Depdag) menyatakan sedang merevisi aturan ekspor bahan baku rotan yaitu Permendag No 12 Tahun 2005. Revisi itu diantaranya untuk memperjelas pasokan bagi industri kerajinan rotan dalam negeri dari para pemasok ke industri rotan.
(hen/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
