Berita Lain
-
Rabu, 25/04/2012 07:46 WIB
Kartini dan Pentingnya Mengelola Keuangan Keluarga -
Rabu, 25/04/2012 07:13 WIB
Tujuh 'Dosa Besar' dalam Berinvestasi -
Senin, 23/04/2012 07:06 WIB
10 Tips Terbebas dari Utang -
Rabu, 18/04/2012 15:10 WIB
Investasi Berlian Siap Gantikan Emas? -
Selasa, 20/03/2012 08:36 WIB
Ingin Kaya Seperti Milyarder? Ini 10 Rahasianya -
Jumat, 16/03/2012 06:55 WIB
10 Tips Supaya Cepat Kaya
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 2,796.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 23/05/2012 14:32 WIB
Wah! Bos Judi Dunia Bakal Gelar Hajatan Besar di Macau
Posted by: majikan_nakal
Senin, 30/03/2009 08:36 WIB
Intip MKBD Broker Sebelum Investasi Saham
Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan berinvestasi, otoritas pasar modal diharapkan dapat memberikan akses informasi yang luas dan transparan kepada para investor pasar modal termasuk MKBD.
"Otoritas pasar modal harus dapat memberikan akses yang luas dan transparan kepada para investor, termasuk MKBD," ujar Ketua Umum Masyarakat Investor Sekuritas Indoesia (MISI), ND Murdani saat dihubungi detikFinance, Minggu (30/3/2009).
Murdani mengungkapkan, investor perlu mengetahui posisi MKBD secara terbuka dan transparan sebelum memilih perusahaan sekuritas tempat ia menanamkan modalnya. Menurutnya, investor perlu mengetahui kecukupan modal sekuritas tersebut.
"Dengan demikian investor dapat mengetahui perusahaan sekuritas mana yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan tidak," ujarnya.
MKBD perusahaan sekuritas, mirip seperti apa yang disebut sebagai rasio kecukupan modal (CAR) dalam dunia perbankan. Murdani mengatakan, MKBD bisa menjadi salah satu indikasi sehat atau tidaknya keuangan dan modal perusahaan sekuritas.
"Semakin kuat MKBD-nya maka kinerja perusahaan sekuritas tersebut juga akan semakin baik, terutama dalam kualitas pelayanan, kualitas sumber daya manusia, dan ketaatan terhadap peraturan perusahaan dan kualitas system back office," kata Murdani.
Hal senada pernah diungkapkan oleh Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI) Guntur Pasaribu. Ia memberikan beberapa tips-tips dalam memilih sekuritas untuk
berinvestasi di pasar modal.
"Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sekuritas terutama adalah struktur permodalan sekuritas tersebut. Kedua, manajemen sekuritas. Ketiga, divisi-divisi yang ada di sekuritas tersebut seperti riset dan sebagainya. Terakhir, nilai MKBD sekuritas juga bisa dijadikan acuan memilih sekuritas," papar Guntur.
Pengamat pasar modal Dandossi Matram juga mengungkapkan hal senada dengan Guntur. Dandossi mengatakan, bahwa struktur permodalan sekuritas merupakan faktor yang paling harus diperhatikan dalam memilih sekuritas.
Sejak ambruknya pasar modal Oktober 2008, beberapa perusahaan sekuritas terlibat masalah terkait posisi MKBD. Sebut saja Sarijaya Permana Sekuritas, Antaboga, Signature, Dinar Sekuritas, dan konon masih banyak lagi namun tidak terungkap.
Murdani mengatakan, Bapepam-LK dan BEI perlu meningkatkan pengawasan terhadap MKBD. "Peran mereka untuk pengawasan MKBD ini belum berjalan optimal,"ujarnya.
Sebelumnya, Bapepam mengeluarkan pernyataan bahwa peningkatan modal disetor dan MKBD perusahaan sekuritas harus dilakukan sesuai dengan General Principles International Organization of Securities Commission (IOSCO) yang mengharuskan adanya peningkatan secara terus menerus dalam struktur permodalan awal dan pemeliharaannya sehubungan dengan perkembangan potensi risiko perusahaan efek. BEI sendiri menerapkan modal minimal MKBD sebesar Rp 25 miliar.
Berdasarkan data BEI per 30 Maret 2009, berikut nilai MKBD sekuritas yang menduduki 10 peringkat teratas:
- PT Amantara Sekuritas sebesar Rp 369,55 miliar.
- PT OSK Nusadana Securities sebesar Rp 307,40 Miliar
- PT Danareksa Sekuritas sebesar Rp 303,05 miliar.
- PT Credit Suisse Securities Indonesia sebesar Rp 294,93 miliar
- PT Sinarmas Sekuritas Rp 253,799 miliar
- PT Trimegah Securities Rp 235,37 miliar
- PT Bahana Securities sebesar Rp 218,65 miliar
- PT JP Morgan Securities Indonesia sebesar Rp 218,32 miliar
- PT CLSA Indonesia sebesar Rp 208,74 miliar
- PT Macquarie Capital sebesar Rp 196,5 miliar
Namun perlu juga diingat sekuritas yang memiliki MKBD standar terkadang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki sekuritas bermodal besar. Biasanya sekuritas kecil lebih lebih efisien, hati-hati dan lebih perhatian dalam meladeni nasabah.
(dro/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau -
Rabu, 23/05/2012 15:04 WIB
Gandeng MGM Las Vegas, Tomy Winata Ajak Gories Mere Cs -
Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Ini Kawasan Jabodetabek yang Terangkat Proyek Tol JORR 2 -
Rabu, 23/05/2012 07:29 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 16:53
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 23:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 20:25
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00 -
Selasa, 22/05/2012 - 06:20
Harga Semen di Perbatasan Kaltim-Malaysia Tembus Rp 1 Juta/Sak
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



