Indika Panen Laba, Bayan Merana
Senin, 30/03/2009 09:46 WIB
(Foto: Reuters)
Jakarta - Dua perusahaan tambang yang menjadi favorit pelaku pasar melaporkan hasil kinerja tahun 2008 yang berbeda.
Dalam laporan keuangan 2008 yang diumumkan Senin (30/3/2009) PT Indika Energy Tbk (INDY) panen laba hingga berlipat-lipat, sedangkan PT Bayan Resources Tbk merana dengan penurunan laba yang tajam.
Indika
Perusahaan batubara ini mencatat kenaikan laba bersih 2008 hingga 311% menjadi Rp 1,084 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 264,969 miliar.
Melejitnya laba Indika terutama karena perolehan laba bersih dari anak perusahaannya yang menyokong masukan laba hingga Rp 1.025 triliun. Angka ini melejit dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 388,598 miliar.
Indika memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Kideco Jaya Agung yang tahun 2008 memberikan sumbangan dividen ke Indika hingga US$ 96,6 juta. Anak perusahaan lainnya adalah PT Sea Bridge Shipping, PT Twinstar Shipping dan PT Cotrans Asia.
Kenaikan laba bersih ini ikut mendongkrak laba per saham Indika menjadi Rp 224 dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 61 per saham.
Sementara angka penjualan Indika tahun 2008 justru turun tipis 4,7% menjadi Rp 2,039 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,140 triliun.
Laba usaha yang dibukukan juga ikut turun menjadi Rp 123,215 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 195,823 miliar.
Indika yang baru saja mengakuisisi saham PT Petrosea Tbk ini, mencatat total aset hingga akhir 2008 sebesar Rp 8,710 triliun yang naik dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 5,009 triliun.
Bayan
Sementara kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat penurunan laba bersih 2008 hingga 92% menjadi Rp 20,710 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 252,740 miliar.
Penurunan laba bersih ini karena membengkaknya beban pendapatan 58% menjadi Rp 3,937 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,484 triliun.
Penjualan yang dibukukan tahun 2008 sendiri masih mengalami kenaikan 42% menjadi Rp 4,876 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 3,439 triliun.
Tingginya beban penjualan ikut menggerus laba usaha Bayan menjadi Rp 201,153 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 410,509 miliar.
Bayan juga mencatat rugi bersih yang meningkat di tahun 2008 menjadi Rp 79,389 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 47,567 miliar.
Total aset Bayan hingga akhir 2008 mencapai Rp 6,747 triliun yang naik dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,837 triliun.
(ir/lih)
Dalam laporan keuangan 2008 yang diumumkan Senin (30/3/2009) PT Indika Energy Tbk (INDY) panen laba hingga berlipat-lipat, sedangkan PT Bayan Resources Tbk merana dengan penurunan laba yang tajam.
Indika
Perusahaan batubara ini mencatat kenaikan laba bersih 2008 hingga 311% menjadi Rp 1,084 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 264,969 miliar.
Melejitnya laba Indika terutama karena perolehan laba bersih dari anak perusahaannya yang menyokong masukan laba hingga Rp 1.025 triliun. Angka ini melejit dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 388,598 miliar.
Indika memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Kideco Jaya Agung yang tahun 2008 memberikan sumbangan dividen ke Indika hingga US$ 96,6 juta. Anak perusahaan lainnya adalah PT Sea Bridge Shipping, PT Twinstar Shipping dan PT Cotrans Asia.
Kenaikan laba bersih ini ikut mendongkrak laba per saham Indika menjadi Rp 224 dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 61 per saham.
Sementara angka penjualan Indika tahun 2008 justru turun tipis 4,7% menjadi Rp 2,039 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,140 triliun.
Laba usaha yang dibukukan juga ikut turun menjadi Rp 123,215 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 195,823 miliar.
Indika yang baru saja mengakuisisi saham PT Petrosea Tbk ini, mencatat total aset hingga akhir 2008 sebesar Rp 8,710 triliun yang naik dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 5,009 triliun.
Bayan
Sementara kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat penurunan laba bersih 2008 hingga 92% menjadi Rp 20,710 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 252,740 miliar.
Penurunan laba bersih ini karena membengkaknya beban pendapatan 58% menjadi Rp 3,937 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,484 triliun.
Penjualan yang dibukukan tahun 2008 sendiri masih mengalami kenaikan 42% menjadi Rp 4,876 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 3,439 triliun.
Tingginya beban penjualan ikut menggerus laba usaha Bayan menjadi Rp 201,153 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 410,509 miliar.
Bayan juga mencatat rugi bersih yang meningkat di tahun 2008 menjadi Rp 79,389 miliar dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 47,567 miliar.
Total aset Bayan hingga akhir 2008 mencapai Rp 6,747 triliun yang naik dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,837 triliun.
(ir/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
