detikfinance

Dana Restukturisasi PAL Mandek

Angga Aliya ZRF - detikfinance
Senin, 30/03/2009 12:35 WIB
Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Kucuran dana restukturisasi yang akan digulirkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) kepada PT PAL Indonesia hingga saat ini masih mandek.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama PPA Boyke Mukijat di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/3/2009).

"Itu kan harus persetujuan Menneg BUMN dan Menkeu. Dana yang seharusnya akhir Februari belum dikucurkan. Banyak, lah yang jadi masalah," ujarnya.

Salah satu masalah yang dihadapi PPA untuk mengucurkan dana tersebut adalah kordinasi dengan para kreditor yang akan mengelola dana untuk PT PAL tersebut.

Dana dari PPA memang tidak langsung mengucur ke PT PAL, melainkan akan ditampung di sebuah pengelola (bisa bank BUMN atau pengelola keuangan lainnya). Selanjutnya, pengelola inilah yang akan menyalurkan dana ke PT PAL langsung.

"Sebenarnya akhir Februari lalu pun kami sudah siap mengucurkan. Tapi itu nanti diputuskan oleh Menkeu," ujarnya.

Sebelumnya, PPA berencana memberikan bantuan pinjaman sejumlah US$ 11 juta di akhir Februari sebagai tahap awal dari total pinjaman senilai US$ 40-60 juta.



(ang/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.