Direktur Ciputra Properti: Waspadai Bisnis Properti Kelas Atas
Selasa, 31/03/2009 17:17 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - Segmen properti kelas atas akan terkena dampak dari krisis global. Namun krisis global secara umum diyakini belum akan memberikan pengaruh besar ke bisnis properti di Indonesia mengingat properti kelas atas hanya mengambil porsi yang cukup kecil.
Setidaknya itulah sikap optimisme Direktur PT Ciputra Properti Tbk (CTRP) Artadinata Djangkar dalam memandang prospek bisnis properti yang diembannya.
Ciputra yang memiliki fokus bisnis properti segmen kelas menengah, mewakili pemain-pemain properti di kelas yang sama, mengaku belum melihat adanya tanda-tanda perlambatan kinerja.
Berikut hasil wawancara detikFinance dengan Artadinata usai paparan di kantor pemasaran Ciputra World, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta, Selasa (31/3/2009):
Bagaimana kondisi industri properti di Indonesia?
Saya pikir secara umum bisnis properti di Indonesia masih cukup bagus, khususnya di segmen kelas menengah. Ciputra yang bergerak di segmen kelas menengah belum melihat adanya tanda-tanda kemunduran atau perlambatan dari segi daya beli.
Jadi segmen mana yang terkena dampak krisis global?
Saya melihat bisnis properti kelas atas akan mengalami perlambatan yang cukup tajam dengan adanya krisis global ini. Properti kelas atas harus hati-hati, karena di satu sisi kompetisinya sudah sangat ketat, di sisi lain ada faktor krisis ekonomi global yang bisa mempengaruhi daya beli properti papan atas.
Bukannya segmen properti kelas menengah bawah ikut terkena dampak, seperti pada rusunami Kalibata misalnya?
Sejauh yang saya tahu, masalah beberapa rusunami itu bukan karena terkena imbas krisis global, melainkan lebih kepada masalah perizinan. Jadi yang saya tahu, ada masalah perizinan dalam beberapa proyek rusunami. Masalah ini terjadi karena ada pergantian Gubernur DKI Jakarta. Jadi bukan disebabkan oleh krisis ekonomi global.
Jadi secara umum sebenarnya prospek bisnis properti di Indonesia masih sangat bagus. Saya belum melihat ada proyek-proyek properti yang benar-benar mandek. Ada perlambatan mungkin, tapi tidak mandek kok.
Beberapa pengembang memang sedikit menahan diri untuk melakukan ekspansi dan promosi. Akan tetapi, saya kira itu wajar dilakukan terutama jika memperhitungkan kondisi ekonomi makro Indonesia tahun ini. Saya kira itu dilakukan sebagai tindakan antisipatif saja, bukan karena krisis ekonomi global akan berdampak langsung ke bisnis properti.
Jadi sampai kapan para pengembang akan menahan diri untuk ekspansi ataupun promosi?
Dengan asumsi kondisi perekonomian masih positif, saya kira paling cepat slow down akan mulai kembali pulih akhir tahun ini. Tentunya dengan catatan kondisi ekonomi makro tidak berubah-ubah. Tapi kan dengan kondisi tidak menentu seperti ini, sulit memperkirakan secara pasti apa yang akan terjadi di waktu-waktu mendatang.
Saya pribadi masih sangat optimis dengan prospek bisnis properti, tentunya setelah melihat belum adanya tanda-tanda kemunduran selama 3 bulan pertama tahun ini. Akhir tahun lalu kan banyak yang memperkirakan bisnis properti akan sangat terpukul tahun ini. Namun yang saya lihat tidak juga, kecuali beberapa pemain properti yang fokus di segmen kelas atas.
Jadi Ciputra tetap fokus di segmen kelas menengah?
Ya tentu saja. Memang fokus bisnis kami di segmen kelas menengah.
Untuk saat ini, jenis properti apa yang paling bagus untuk investasi?
Kalau bicara umum, baik segmen komersil maupun residence memiliki potensinya masing-masing. Namun banyak pendapat umum yang mengatakan kalau untuk sektor residensial, investasi di apartemen lebih memberikan tingkat sewa yang jauh
lebih tinggi ketimbang investasi di sektor perumahan.
Hanya saja, investasi di properti apartemen lebih untuk jangka pendek, karena untuk tingkat kenaikan nilai, investasi di apartemen jauh lebih lambat dari perumahan.
Kalau investasi di sektor perumahan, tentunya ini untuk para investor properti jangka panjang. Investasi di perumahan, dari segi tingkat sewa, kurang memiliki return yang cepat dari apartemen. Namun di sisi lain, investasi di sektor perumahan cocok untuk para investor properti jangka panjang, karena kenaikan harga properti perumahan bisa berkali lipat dalam jangka panjang.
Jadi ini sangat tergantung pada karakter masing-masing investor properti.
Kalau investasi di sektor properti komersil?
Nah, ini yang paling sulit diperkirakan. Sektor properti komersil itu sangat memiliki ketergantungan dengan iklim sekitarnya. Misalnya, investasi ruko atau kios. Kelangsungan investasi ini sangat bergantung pada perkembangan bisnis di sekitar lokasi. Kalau lokasinya tepat dan strategis, bisa saja mendatangkan keuntungan yang sangat tinggi. Tapi terkadang variabel-variabelnya sulit diukur.
Menurut saya, investasi di sektor properti komersil memiliki risiko yang sangat tinggi, karena dalam kondisi seperti ini, sulit memperkirakan apakah komplek ruko atau kiosk tersebut bisa unggul atau tidak.
Singkatnya, boleh dibilang investasi di sektor residensial lebih memiliki potensi ketimbang sektor komersil?
Ya boleh dibilang seperti itu. Tapi seperti yang saya bilang tadi, semuanya memiliki potensinya masing-masing dan sangat bergantung pada karakter masing-masing investor properti.
(dro/qom)
Setidaknya itulah sikap optimisme Direktur PT Ciputra Properti Tbk (CTRP) Artadinata Djangkar dalam memandang prospek bisnis properti yang diembannya.
Ciputra yang memiliki fokus bisnis properti segmen kelas menengah, mewakili pemain-pemain properti di kelas yang sama, mengaku belum melihat adanya tanda-tanda perlambatan kinerja.
Berikut hasil wawancara detikFinance dengan Artadinata usai paparan di kantor pemasaran Ciputra World, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta, Selasa (31/3/2009):
Bagaimana kondisi industri properti di Indonesia?
Saya pikir secara umum bisnis properti di Indonesia masih cukup bagus, khususnya di segmen kelas menengah. Ciputra yang bergerak di segmen kelas menengah belum melihat adanya tanda-tanda kemunduran atau perlambatan dari segi daya beli.
Jadi segmen mana yang terkena dampak krisis global?
Saya melihat bisnis properti kelas atas akan mengalami perlambatan yang cukup tajam dengan adanya krisis global ini. Properti kelas atas harus hati-hati, karena di satu sisi kompetisinya sudah sangat ketat, di sisi lain ada faktor krisis ekonomi global yang bisa mempengaruhi daya beli properti papan atas.
Bukannya segmen properti kelas menengah bawah ikut terkena dampak, seperti pada rusunami Kalibata misalnya?
Sejauh yang saya tahu, masalah beberapa rusunami itu bukan karena terkena imbas krisis global, melainkan lebih kepada masalah perizinan. Jadi yang saya tahu, ada masalah perizinan dalam beberapa proyek rusunami. Masalah ini terjadi karena ada pergantian Gubernur DKI Jakarta. Jadi bukan disebabkan oleh krisis ekonomi global.
Jadi secara umum sebenarnya prospek bisnis properti di Indonesia masih sangat bagus. Saya belum melihat ada proyek-proyek properti yang benar-benar mandek. Ada perlambatan mungkin, tapi tidak mandek kok.
Beberapa pengembang memang sedikit menahan diri untuk melakukan ekspansi dan promosi. Akan tetapi, saya kira itu wajar dilakukan terutama jika memperhitungkan kondisi ekonomi makro Indonesia tahun ini. Saya kira itu dilakukan sebagai tindakan antisipatif saja, bukan karena krisis ekonomi global akan berdampak langsung ke bisnis properti.
Jadi sampai kapan para pengembang akan menahan diri untuk ekspansi ataupun promosi?
Dengan asumsi kondisi perekonomian masih positif, saya kira paling cepat slow down akan mulai kembali pulih akhir tahun ini. Tentunya dengan catatan kondisi ekonomi makro tidak berubah-ubah. Tapi kan dengan kondisi tidak menentu seperti ini, sulit memperkirakan secara pasti apa yang akan terjadi di waktu-waktu mendatang.
Saya pribadi masih sangat optimis dengan prospek bisnis properti, tentunya setelah melihat belum adanya tanda-tanda kemunduran selama 3 bulan pertama tahun ini. Akhir tahun lalu kan banyak yang memperkirakan bisnis properti akan sangat terpukul tahun ini. Namun yang saya lihat tidak juga, kecuali beberapa pemain properti yang fokus di segmen kelas atas.
Jadi Ciputra tetap fokus di segmen kelas menengah?
Ya tentu saja. Memang fokus bisnis kami di segmen kelas menengah.
Untuk saat ini, jenis properti apa yang paling bagus untuk investasi?
Kalau bicara umum, baik segmen komersil maupun residence memiliki potensinya masing-masing. Namun banyak pendapat umum yang mengatakan kalau untuk sektor residensial, investasi di apartemen lebih memberikan tingkat sewa yang jauh
lebih tinggi ketimbang investasi di sektor perumahan.
Hanya saja, investasi di properti apartemen lebih untuk jangka pendek, karena untuk tingkat kenaikan nilai, investasi di apartemen jauh lebih lambat dari perumahan.
Kalau investasi di sektor perumahan, tentunya ini untuk para investor properti jangka panjang. Investasi di perumahan, dari segi tingkat sewa, kurang memiliki return yang cepat dari apartemen. Namun di sisi lain, investasi di sektor perumahan cocok untuk para investor properti jangka panjang, karena kenaikan harga properti perumahan bisa berkali lipat dalam jangka panjang.
Jadi ini sangat tergantung pada karakter masing-masing investor properti.
Kalau investasi di sektor properti komersil?
Nah, ini yang paling sulit diperkirakan. Sektor properti komersil itu sangat memiliki ketergantungan dengan iklim sekitarnya. Misalnya, investasi ruko atau kios. Kelangsungan investasi ini sangat bergantung pada perkembangan bisnis di sekitar lokasi. Kalau lokasinya tepat dan strategis, bisa saja mendatangkan keuntungan yang sangat tinggi. Tapi terkadang variabel-variabelnya sulit diukur.
Menurut saya, investasi di sektor properti komersil memiliki risiko yang sangat tinggi, karena dalam kondisi seperti ini, sulit memperkirakan apakah komplek ruko atau kiosk tersebut bisa unggul atau tidak.
Singkatnya, boleh dibilang investasi di sektor residensial lebih memiliki potensi ketimbang sektor komersil?
Ya boleh dibilang seperti itu. Tapi seperti yang saya bilang tadi, semuanya memiliki potensinya masing-masing dan sangat bergantung pada karakter masing-masing investor properti.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
