Pendirian Lembaga Peringkat BPR Mendesak
Rabu, 01/04/2009 13:50 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Pendirian lembaga pemeringkat Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPR/S) yang direncanakan Bank Indonesia (BI) lebih cepat akan lebih baik. Lembaga rating ini pada dasarnya alat untuk membangun kepercayaan.
"Pendirian lembaga ini lebih cepat lebih baik, tapi belum punya time frame yang jelas, rating ini kan pada dasarnya hanya tools untuk membangun confident," ujar Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad, seusai Acara Penandatanganan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit Antara Bank Umum dan BPR/S, Koperasi, dan BMT di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (1/4/2009).
Ia menjelaskan, ini merupakan acuan misalnya jika bank ingin memberikan kredit, sehingga harus tahu kinerja, performance, dan kondisi keuangan BPR seperti apa.
"Kalau ada rating seperti itu tentu saja rating itu sudah merefleksikan bagaimana kondisi keuangannya dan faktor-faktor lain dan rating bisa dijadikan alat untuk mengambil keputusan," katanya.
Maka itu, lanjut Muliaman, akan memudahkan melakukan kegiatan linkage program. "Dan tentu saja karena dia sebagai tools tentu harus diterbitkan oleh lembaga yang kredibel, Saya kira ini akan didisikusikan lebih lanjut," ujar Muliaman.
Di tempat yang sama, Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah, mengungkapkan bahwa dalam rating tersebut harus juga memenuhi unsur-unsur manajeman risiko.
"Indiktornya yaitu basis analisis finansial, ditambah analisis Good Corporate Governance (GCG) dan analisis manajemen risiko, tapi untuk level yang tidak terlalu rumit," ujar Halim.
Halim melanjutkan, jika ada agenda, maka risiko yang dihadapi oleh BPR, koperasi, tentu sudah dihitung dengan cermat dan risiko yang dapat dilakukan oleh BPR dan koperasi itu menjadi penting.
Ia juga menjelaskan bahwa, pendirian lembaga pemeringkat ini bukan merupakan suatu kekhawatiran, karena jika ada kekhawatiran akan dibicarakan dan diselesaikan melalui Kelompok Kerja (Pokja).
"Sampai saat ini hal-hal yang lain jika mungkin ada masalah akan diselesaikan melalui Pokja," tegasnya.
Sementara itu, Agus Sugiarto, Ketua Tim Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dari Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan mengatakan bahwa pembentukan lembaga pemeringkat ini masih terkendala di dana.
"Saat ini masih terkendala di dana, karena satu BPR/S saja bisa memakan biaya Rp 10 sampai Rp 30 juta untuk membentuk suatu rating," jelasnya.
Dia juga mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada sekitar empat lembaga pemeringkat yang berminat.
(dru/ir)
"Pendirian lembaga ini lebih cepat lebih baik, tapi belum punya time frame yang jelas, rating ini kan pada dasarnya hanya tools untuk membangun confident," ujar Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad, seusai Acara Penandatanganan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit Antara Bank Umum dan BPR/S, Koperasi, dan BMT di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (1/4/2009).
Ia menjelaskan, ini merupakan acuan misalnya jika bank ingin memberikan kredit, sehingga harus tahu kinerja, performance, dan kondisi keuangan BPR seperti apa.
"Kalau ada rating seperti itu tentu saja rating itu sudah merefleksikan bagaimana kondisi keuangannya dan faktor-faktor lain dan rating bisa dijadikan alat untuk mengambil keputusan," katanya.
Maka itu, lanjut Muliaman, akan memudahkan melakukan kegiatan linkage program. "Dan tentu saja karena dia sebagai tools tentu harus diterbitkan oleh lembaga yang kredibel, Saya kira ini akan didisikusikan lebih lanjut," ujar Muliaman.
Di tempat yang sama, Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah, mengungkapkan bahwa dalam rating tersebut harus juga memenuhi unsur-unsur manajeman risiko.
"Indiktornya yaitu basis analisis finansial, ditambah analisis Good Corporate Governance (GCG) dan analisis manajemen risiko, tapi untuk level yang tidak terlalu rumit," ujar Halim.
Halim melanjutkan, jika ada agenda, maka risiko yang dihadapi oleh BPR, koperasi, tentu sudah dihitung dengan cermat dan risiko yang dapat dilakukan oleh BPR dan koperasi itu menjadi penting.
Ia juga menjelaskan bahwa, pendirian lembaga pemeringkat ini bukan merupakan suatu kekhawatiran, karena jika ada kekhawatiran akan dibicarakan dan diselesaikan melalui Kelompok Kerja (Pokja).
"Sampai saat ini hal-hal yang lain jika mungkin ada masalah akan diselesaikan melalui Pokja," tegasnya.
Sementara itu, Agus Sugiarto, Ketua Tim Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dari Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan mengatakan bahwa pembentukan lembaga pemeringkat ini masih terkendala di dana.
"Saat ini masih terkendala di dana, karena satu BPR/S saja bisa memakan biaya Rp 10 sampai Rp 30 juta untuk membentuk suatu rating," jelasnya.
Dia juga mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada sekitar empat lembaga pemeringkat yang berminat.
(dru/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
