detikfinance

Emas-Perhiasan Masih Jadi Pemicu Inflasi Maret

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 01/04/2009 14:34 WIB
Jakarta - Kenaikan harga emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi Maret 2009 yang sebesar 0,22%. Pada bulan Maret 2009, kenaikan harga emas perhiasan menyumbang inflasi paling tinggi yaitu 0,06%.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/4/2009).

"Kita tahu sampai Maret kurs rupiah terus tinggi dan sehingga harga emas perhiasan terus naik," ujarnya.

Selain harga emas perhiasan, komoditas yang menyumbang inflasi adalah bawang merah menyumbang 0,03% karena suplai yang berkurang. Lalu gula pasir menyumbang inflasi 0,03% karena kenaikan harga gula di tingkat agen. Kemudian kontrak dan sewa rumah yang masing-masing menyumbang inflasi 0,03% dan 0,02%.

Cabe rawit menyumbang inflasi 0,02% karena pasokan yang berkurang, tarif rumah sakit juga menyumbang inflasi 0,02% karena meningkatnya biaya operasional.

"Namun ada juga barang yang menyumbang deflasi di Maret 2009, antara lain cabe merah menyumbang inflasi 0,05%, ikan segar 0,04%, beras 0,02%, daging ayam ras 0,02%, bahan bakar rumah tangga 0,02%," paparnya.

Rusman mengatakan kelompok bahan makanan pada Maret 2009 menyumbang deflasi dan situasi ini jarang terjadi. "Deflasi yang disumbang bahan makanan adalah 0,26%, ini menunjukkan pasokan bahan makanan mencukupi," pungkasnya.

BPS mencatat inflasi Maret 2009 sebesar 0,22%. Inflasi tahun kalender dari Januari-Maret 2009 tercatat sebesar 0,36%, sementara inflasi year on year atau Maret 2009 terhadap Maret 2008 mencapai 7,92%.


Harga Grosir

BPS juga mencatat selama Februari 2009 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik 1,94 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada barang-barang Impor sebesar 3,98 persen, utamanya minyak bumi yang memberi andil sebesar 1,26 persen. IHPB Sektor Pertanian, Pertambangan & Penggalian, Industri,dan barang Ekspor masing-masing naik 1,43 persen; 0,50 persen; 0,78 persen; dan 3,58 persen.

Selama Februari 2009, komoditas yang harga grosirnya naik antara lain: kelapa sawit (12,95%), beras (2,8%); barang ekspor bijih tembaga (19,31%), gas alam cair (10,66%), dan minyak bumi (9,11%). Sedangkan yang IHPB-nya turun antara lain minyak diesel (-4,87%), solar industri (-3,52% ) dan timah ekspor (-4,44%).

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi di Februari 2009 naik sebesar 0,16 persen terhadap bulan sebelumnya, terutama disebabkan kenaikan harga grosir aspal (1,93%), cat tembok (0,60%), dan kaca lembaran (0,23%). Namun yang mengalami penurunan harga grosir antara lain besi beton (-2,25%), asbes gelombang (-1,27%), dan kayu lapis (-0,50%).



(dnl/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.