BI Rate Berpeluang Turun 0,25%
Kamis, 02/04/2009 15:48 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - BI Rate masih berpeluang turun minimal 25 basis poin menjadi 7,5%. Kondisi ekonomi dalam negeri saat ini dinilai masih kondusif untuk penurunan BI Rate lebih lanjut.
Bank Indonesia akan mengumumkan suku bunga acuan (BI Rate) untuk April 2009 pada hari Jumat (3/4/2009).
Kepala Ekonom BNI Tony Prastiantono mengatakan, ada beberapa alasan yang memungkinkan BI Rate masih bisa turun. Alasan pertama adalah nilai tukar rupiah yang masih cenderung menguat.
"BI Rate masih bisa turun dengan konservatif menjadi 7,5%. Alasannya pertama rupiah masih cenderung menguat, hari ini Rp 11.500/US$, karena modal asing mulai masuk lagi ke bursa efek, perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan China, dan kondisi politik selama kampanye yang aman," tuturnya.
Alasan kedua, Tony mengatakan tingkat inflasi bulan Maret yang diumumkan BPS sebesar 0,22% dinilai masih sesuai dengan ekspetasi pasar.
"Dengan kinerja inflasi tiga bulan pertama 2009 yang sangat rendah untuk ukuran kita, maka saya optimis di akhir 2009 inflasi kita maksimal 6%," ujarnya.
Menurutnya jika expected inflation bisa 6% maka BI Rate bisa turun menjadi 7% sebelum akhir tahun ini.
"Tapi tentunya tidak bisa seketika menjadi 7%, untuk sementara ini 7,5% sudah cukup. Jadi saya rekomendaiskan BI Rate turun konservatif menjadi 7,5% pekan ini," pungkasnya.
(dnl/lih)
Bank Indonesia akan mengumumkan suku bunga acuan (BI Rate) untuk April 2009 pada hari Jumat (3/4/2009).
Kepala Ekonom BNI Tony Prastiantono mengatakan, ada beberapa alasan yang memungkinkan BI Rate masih bisa turun. Alasan pertama adalah nilai tukar rupiah yang masih cenderung menguat.
"BI Rate masih bisa turun dengan konservatif menjadi 7,5%. Alasannya pertama rupiah masih cenderung menguat, hari ini Rp 11.500/US$, karena modal asing mulai masuk lagi ke bursa efek, perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan China, dan kondisi politik selama kampanye yang aman," tuturnya.
Alasan kedua, Tony mengatakan tingkat inflasi bulan Maret yang diumumkan BPS sebesar 0,22% dinilai masih sesuai dengan ekspetasi pasar.
"Dengan kinerja inflasi tiga bulan pertama 2009 yang sangat rendah untuk ukuran kita, maka saya optimis di akhir 2009 inflasi kita maksimal 6%," ujarnya.
Menurutnya jika expected inflation bisa 6% maka BI Rate bisa turun menjadi 7% sebelum akhir tahun ini.
"Tapi tentunya tidak bisa seketika menjadi 7%, untuk sementara ini 7,5% sudah cukup. Jadi saya rekomendaiskan BI Rate turun konservatif menjadi 7,5% pekan ini," pungkasnya.
(dnl/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
