Sofyan Djalil: Bank BUMN Harus Turunkan Suku Bunga
Sabtu, 04/04/2009 10:31 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank-bank BUMN diminta segera merespon penurunan suku bunga acuan atau BI rate dengan menurunkan kembali suku bunga kreditnya.
Walau memang pasti ada time lag response dalam penurunannya karena seluruh bank plat merah baru saja menurunkan suku bunganya terkait dengan penurunan BI rate yang sebelumnya.
Demikian hal itu dikemukakan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/4/2009) malam.
"Ada time lag response. Tunggu aja pasti akan turun, kalau enggak turun tapi ada bank lain turun, bisa enggak akan laku dia," ujarnya.
Bank sentral sebelumnya kembali menurunkan BI rate sebanyak 25 basis poin ke 7,5% dengan alasan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan membaik. Menurut Sofyan penurunan tersebut merupakan sinyal kepada perbankan dalam negeri untuk mulai mengkaji kembali tingkat suku bunga kredit mereka.
Walau ada jangka waktu tertentu yang diperlukan untuk menurunkan suku bunga kreditnya, ia mengharapkan bank BUMN bisa mengkaji dengan baik rencana penurunannya.
"Kalau (suku bunga kredit) turun, orang akan pindah ke bank yang sudah turunkan itu," tukasnya.
(ang/dnl)
Walau memang pasti ada time lag response dalam penurunannya karena seluruh bank plat merah baru saja menurunkan suku bunganya terkait dengan penurunan BI rate yang sebelumnya.
Demikian hal itu dikemukakan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/4/2009) malam.
"Ada time lag response. Tunggu aja pasti akan turun, kalau enggak turun tapi ada bank lain turun, bisa enggak akan laku dia," ujarnya.
Bank sentral sebelumnya kembali menurunkan BI rate sebanyak 25 basis poin ke 7,5% dengan alasan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan membaik. Menurut Sofyan penurunan tersebut merupakan sinyal kepada perbankan dalam negeri untuk mulai mengkaji kembali tingkat suku bunga kredit mereka.
Walau ada jangka waktu tertentu yang diperlukan untuk menurunkan suku bunga kreditnya, ia mengharapkan bank BUMN bisa mengkaji dengan baik rencana penurunannya.
"Kalau (suku bunga kredit) turun, orang akan pindah ke bank yang sudah turunkan itu," tukasnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
