Krisis Kepercayaan Antar Bank Hambat Penurunan Suku Bunga
Minggu, 05/04/2009 16:09 WIB
(Foto: dok detikfinance)
Jakarta - Belum pulihnya kepercayan antarbank dinilai menjadi penyebab utama bank-bank enggan menurunkan suku bunganya masing-masing. Padahal, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 7,5% akhir pekan lalu, merupakan sinyal positif.
"Belum pulihnya kepercayaan antar sesama bank akan mengakibatkan sulitnya penurunan suku bunga baik kredit maupun deposito perbankan konvensional," ujar Pengamat Perbankan, Joko Retnadi, ketika dihubungi detikFinance di Jakarta,
Minggu (5/4/2009).
Ia mengatakan bahwa saat ini kepercayaan yang belum pulih karena adanya segmentasi dana yang terfokus kepada bank-bank besar saja.
"Saat ini yang terjadi, bank-bank kecil cenderung masih belum mau menurunkan suku bunganya karena takut terjadi pelarian dana ke bank-bank besar," jelas Joko.
Ia menegaskan, hal itu bukan dikarenakan BI Rate tidak lagi menjadi acuan. Namun masalah ketidakpercayaan antar sesama bank yang mengakibatkan terjadinya pengetatan likuiditas.
"Bila BI memberi jaminan akan Pasar Uang Antar Bank (PUAB) atau penjaminan poolling fund maka pengetatan likuiditas akan berkurang dan akan memulihkan kepercayaan antar sesama bank, baik bank kecil maupun bank besar," tuturnya.
Pooling Fund atau konsorsium likuiditas merupakan sebuah konsep dengan skema bank yang memiliki likuiditas lebih menaruh dana dalam satu tempat untuk kemudian disalurkan ke bank yang likuiditasnya kurang lancar.
Joko mengatakan, penjaminan tersebut akan membuat perbankan saling bekerjasama melonggarkan pengetatan likuditas, sehingga suku bunga kredit juga akan terpengaruh, pasalnya saat ini perbankan cenderung tidak mau kehilangan nasabah akibat menurunkan suku bunganya.
"Nanti akan membuat likuiditas jadi ketat, karena akan terjadi pelarian dana dari bank-bank kecil," kata Joko.
Sehubungan dengan itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono, pekan lalu mengatakan bahwa penjaminan pooling fund harus dilakukan sebagai cara terakhir untuk melonggarkan likuditas perbankan dan meningkatkan kepercayaan antara sesama bank.
"Seperti halnya para nasabah saat ini, kepercayaan antara sesama bank menurun, sehingga bank-bank saat ini meminta agar dana yang masuk polling fund dijamin," jelas Sigit.
Sigit mengatakan, bahwa hal ini sudah disampaikan ke BI, pooling fund merupakan jalan terakhir disamping tiga opsi sebelumnnya.
"Yang pertama, kita sudah usulkan harus ada blanket guarantee, kemudian yang kedua yaitu Interbank Loan Guarantee atau Pasar Uang Antar Bank (PUAB) dijamin, atau yang ketiga, dana yang masuk polling fund juga dijamin. Saat ini yang sedang diusahakan yaitu pooling fund dijamin, dan itu sudah pilihan yang paling kecil," pungkasnya.
(dru/dro)
"Belum pulihnya kepercayaan antar sesama bank akan mengakibatkan sulitnya penurunan suku bunga baik kredit maupun deposito perbankan konvensional," ujar Pengamat Perbankan, Joko Retnadi, ketika dihubungi detikFinance di Jakarta,
Minggu (5/4/2009).
Ia mengatakan bahwa saat ini kepercayaan yang belum pulih karena adanya segmentasi dana yang terfokus kepada bank-bank besar saja.
"Saat ini yang terjadi, bank-bank kecil cenderung masih belum mau menurunkan suku bunganya karena takut terjadi pelarian dana ke bank-bank besar," jelas Joko.
Ia menegaskan, hal itu bukan dikarenakan BI Rate tidak lagi menjadi acuan. Namun masalah ketidakpercayaan antar sesama bank yang mengakibatkan terjadinya pengetatan likuiditas.
"Bila BI memberi jaminan akan Pasar Uang Antar Bank (PUAB) atau penjaminan poolling fund maka pengetatan likuiditas akan berkurang dan akan memulihkan kepercayaan antar sesama bank, baik bank kecil maupun bank besar," tuturnya.
Pooling Fund atau konsorsium likuiditas merupakan sebuah konsep dengan skema bank yang memiliki likuiditas lebih menaruh dana dalam satu tempat untuk kemudian disalurkan ke bank yang likuiditasnya kurang lancar.
Joko mengatakan, penjaminan tersebut akan membuat perbankan saling bekerjasama melonggarkan pengetatan likuditas, sehingga suku bunga kredit juga akan terpengaruh, pasalnya saat ini perbankan cenderung tidak mau kehilangan nasabah akibat menurunkan suku bunganya.
"Nanti akan membuat likuiditas jadi ketat, karena akan terjadi pelarian dana dari bank-bank kecil," kata Joko.
Sehubungan dengan itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono, pekan lalu mengatakan bahwa penjaminan pooling fund harus dilakukan sebagai cara terakhir untuk melonggarkan likuditas perbankan dan meningkatkan kepercayaan antara sesama bank.
"Seperti halnya para nasabah saat ini, kepercayaan antara sesama bank menurun, sehingga bank-bank saat ini meminta agar dana yang masuk polling fund dijamin," jelas Sigit.
Sigit mengatakan, bahwa hal ini sudah disampaikan ke BI, pooling fund merupakan jalan terakhir disamping tiga opsi sebelumnnya.
"Yang pertama, kita sudah usulkan harus ada blanket guarantee, kemudian yang kedua yaitu Interbank Loan Guarantee atau Pasar Uang Antar Bank (PUAB) dijamin, atau yang ketiga, dana yang masuk polling fund juga dijamin. Saat ini yang sedang diusahakan yaitu pooling fund dijamin, dan itu sudah pilihan yang paling kecil," pungkasnya.
(dru/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
