BPH Migas dan Pemda Perketat Pengawasan Mitan di Gorontalo
Senin, 13/04/2009 11:38 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo sepakat untuk memperketat pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi di Provinsi Gorontalo.
Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi harus dilakukan karena adanya disparitas harga dengan minyak tanah keekonomian untuk sektor industri.
"Penyalahgunaan minah oleh industri menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran dan bisa menyebabkan kelangkaan minah subsidi," ujar Tubagus dalam acara penandatangaan MoU pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi di Provinsi Gorontalo antara BPH Migas dengan Gubernur Gorontalo, di Kantor BPH Migas, Jalan Tendean, Jakarta, Senin (13/4/2009).
Untuk mengantisipasi tersebut, lanjut Tubagus, pihaknya bekerjasama dengan Pemda agar subsidi ini bisa tepat sasaran.
Tubagus menyatakan untuk kuota minyak tanah dalam APBN 2009 yaitu 5,8 juta KL dan untuk Provinsi Gorontalo sebesar 32.720 KL. "Dengan adanya kerjasama seperti ini, BPH Migas berharap ada langkah preventif dari kita semua sehingga minat para spekulan dan para pelaku tindak pidana pengoplos BBM maupun penyelewengan distribusi minah bisa berkurang," ungkapnya.
Tubagus menambahkan BPH Migas juga telah menandatangani kerjasama dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung. "MOU itu dilakukan dalam rangka penindakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi," jelasnya.
(epi/lih)
Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi harus dilakukan karena adanya disparitas harga dengan minyak tanah keekonomian untuk sektor industri.
"Penyalahgunaan minah oleh industri menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran dan bisa menyebabkan kelangkaan minah subsidi," ujar Tubagus dalam acara penandatangaan MoU pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi di Provinsi Gorontalo antara BPH Migas dengan Gubernur Gorontalo, di Kantor BPH Migas, Jalan Tendean, Jakarta, Senin (13/4/2009).
Untuk mengantisipasi tersebut, lanjut Tubagus, pihaknya bekerjasama dengan Pemda agar subsidi ini bisa tepat sasaran.
Tubagus menyatakan untuk kuota minyak tanah dalam APBN 2009 yaitu 5,8 juta KL dan untuk Provinsi Gorontalo sebesar 32.720 KL. "Dengan adanya kerjasama seperti ini, BPH Migas berharap ada langkah preventif dari kita semua sehingga minat para spekulan dan para pelaku tindak pidana pengoplos BBM maupun penyelewengan distribusi minah bisa berkurang," ungkapnya.
Tubagus menambahkan BPH Migas juga telah menandatangani kerjasama dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung. "MOU itu dilakukan dalam rangka penindakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi," jelasnya.
(epi/lih)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
