BI Rate Berpeluang Turun Lagi
Rabu, 15/04/2009 19:12 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) masih berpeluang turun jika inlfasi pada bulan April ini juga menunjukan penurunan.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
"Kita masih tunggu Rapat Dewan Gubernur awal bulan depan, namun saat ini secara umum memang tren inflasi turun," ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun Produk Domestik Bruto pada kuartal pertama pertumbuhannya melambat, tapi perlambatannya tidak terlalu besar. Hal ini juga yang menyebabkan inflasi naik karena PDB yang tumbuh tersebut.
"Ini artinya ekonomi captivity masih cukup besar, kita lihat secara keseluruhan dan apakah hal ini dapat menurunkan inflasi," jelasnya.
Hartadi juga mengatakan, saat ini pihaknya masih evaluasi BI Rate lebih jauh lagi. Untuk acuan BI Rate, BI menggunakan real interset rate, yang merupakan beda antara BI Rate dengan inflasi. Real interest rate yang baik bekisar antara satu sampai dua persen.
Sebagai tambahan, BI memprediksi inflasi tahun 2009 pada angka 5-7 persen.
BI sebelumnya memutuskan untuk menurunkan BI Rate lagi sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Keputusan itu diambil di setelah mencermati dan mengevaluasi perkembangan sektor keuangan.
(dru/lih)
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
"Kita masih tunggu Rapat Dewan Gubernur awal bulan depan, namun saat ini secara umum memang tren inflasi turun," ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun Produk Domestik Bruto pada kuartal pertama pertumbuhannya melambat, tapi perlambatannya tidak terlalu besar. Hal ini juga yang menyebabkan inflasi naik karena PDB yang tumbuh tersebut.
"Ini artinya ekonomi captivity masih cukup besar, kita lihat secara keseluruhan dan apakah hal ini dapat menurunkan inflasi," jelasnya.
Hartadi juga mengatakan, saat ini pihaknya masih evaluasi BI Rate lebih jauh lagi. Untuk acuan BI Rate, BI menggunakan real interset rate, yang merupakan beda antara BI Rate dengan inflasi. Real interest rate yang baik bekisar antara satu sampai dua persen.
Sebagai tambahan, BI memprediksi inflasi tahun 2009 pada angka 5-7 persen.
BI sebelumnya memutuskan untuk menurunkan BI Rate lagi sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Keputusan itu diambil di setelah mencermati dan mengevaluasi perkembangan sektor keuangan.
(dru/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
