detikfinance

Likuidasi Bank IFI Karena Modal Cekak

Herdaru Purnomo - detikfinance
Jumat, 17/04/2009 10:44 WIB
//images.detik.com/content/2009/04/17/5/ifi.gif Foto: Bank IFI
Jakarta -Bank Indonesia (BI) mengaku sudah memberikan waktu kepada PT Bank IFI untuk menambah modalnya. Namun dalam periode pengawasan khusus, bank milik pengusaha Bambang Rachmadi gagal mencari tambahan modal.

"Sebelumnya memang sudah di bawah pengawasan khusus, BI telah meminta pemegang saham pengendali untuk menginjeksi tambahan modal tapi tidak dipenuhi sehingga BI memutuskan likuidasi bank tersebut," kata Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan BI, Wimboh Santoso dalam jumpa pers di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (17/4/2009).

Wimboh menegaskan dari sisi pengawsaan, BI telah melakukan pengawasan maksimal. "Yang jelas sekarang aset Bank IFI senilai Rp 440 miliar atau hanya 0,01% dari aset industri," kata Wimboh.
(ir/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut