'Kawin Paksa', Jurus Jitu Hindari Likuidasi Bank
Minggu, 19/04/2009 18:07 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - Banyak bank berskala kecil yang terancam dilikuidasi karena kesulitan modal. Salah satu cara jitu untuk menyuntik modal adalah dengan 'dikawin-paksakan' atau merger dengan bank yang lebih besar.
Demikian disampaikan pengamat perbankan Aviliani saat dihubungi detikFinance, Minggu (19/4/2009).
"Dipaksa merger saja, kalau bisa dengan bank besar. Karena kalau dengan bank kecil kan bisa jadi sama-sama bermasalah. Tapi kalau dengan bank besar, yang kecil ini tinggal nurut saja," katanya.
Menurutnya, merger menjadi penting jika bank tersebut dirasa sudah tidak bisa tertolong lagi. Dibandingkan bank tersebut dilikuidasi, akan lebih baik bank segera dimerger atau dijual.
"Begitu kelihatan ruginya sudah besar, suruh segera merger atau dijual. Jangan dilikuidasi, karena bisa menimbulkan imej negatif. Masyarakat bisa rush dan akhirnya LPS yang harus bayar. Nantinya kebutuhan cash pun juga jadi besar," tambahnya.
Likuidasi bank memang bukan berarti menyelesaikan masalah begitu saja. Setelah suatu bank dilikuidasi, maka pemerintah harus menyiapkan dana untuk mengembalikan dana nasabah yang dijamin LPS (sampai dengan Rp 2 miliar).
Tak hanya menguras kocek, likuidasi bank tentunya akan menurunkan kredibilitas perbankan dan menimbulkan kekhawatiran berlebih (rush) di masyarakat.
Selain merger, cara lain mengantisipasi likuidasi adalah dengan adanya penjaminan pinjaman antar bank. Penjaminan ini memungkinkan bank-bank berskala kecil untuk meminjam modal dari bank yang lebih besar.
"Ini dulu diusulkan, tetapi pemerintah nggak setuju," tambahnya.
(lih/lih)
Demikian disampaikan pengamat perbankan Aviliani saat dihubungi detikFinance, Minggu (19/4/2009).
"Dipaksa merger saja, kalau bisa dengan bank besar. Karena kalau dengan bank kecil kan bisa jadi sama-sama bermasalah. Tapi kalau dengan bank besar, yang kecil ini tinggal nurut saja," katanya.
Menurutnya, merger menjadi penting jika bank tersebut dirasa sudah tidak bisa tertolong lagi. Dibandingkan bank tersebut dilikuidasi, akan lebih baik bank segera dimerger atau dijual.
"Begitu kelihatan ruginya sudah besar, suruh segera merger atau dijual. Jangan dilikuidasi, karena bisa menimbulkan imej negatif. Masyarakat bisa rush dan akhirnya LPS yang harus bayar. Nantinya kebutuhan cash pun juga jadi besar," tambahnya.
Likuidasi bank memang bukan berarti menyelesaikan masalah begitu saja. Setelah suatu bank dilikuidasi, maka pemerintah harus menyiapkan dana untuk mengembalikan dana nasabah yang dijamin LPS (sampai dengan Rp 2 miliar).
Tak hanya menguras kocek, likuidasi bank tentunya akan menurunkan kredibilitas perbankan dan menimbulkan kekhawatiran berlebih (rush) di masyarakat.
Selain merger, cara lain mengantisipasi likuidasi adalah dengan adanya penjaminan pinjaman antar bank. Penjaminan ini memungkinkan bank-bank berskala kecil untuk meminjam modal dari bank yang lebih besar.
"Ini dulu diusulkan, tetapi pemerintah nggak setuju," tambahnya.
(lih/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
