Pemerintah dan BPUI Selesaikan Utang RDI Berdua
Senin, 20/04/2009 12:34 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Penyelesaian utang Rekening Dana Investasi (RDI) Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) kepada pemerintah akan dilakukan di antara kedua pihak. Meski BPUI masih anak usaha Bank Indonesia, namun penyelesaian RDI merupakan satu paket dengan rencana pelepasan BPUI dari BI.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Budi Mulya ketika ditemui di Kantor Menneg BUMN, Jakarta, Senin (20/4/2009).
"Ya itu bagian dari penyelesaian nanti. Itu paket yang tidak terlepaskan untuk penyehatan BPUI, jadi tidak sendiri-sendiri. Tapi keseluruhan berbarengan, dengan pelepasan nanti," katanya.
Setelah BPUI dilepas ke pemerintah, maka BPUI sepenuhnya menjadi milik pemerintah. Dengan begitu, penyelesaian RDI di antara mereka pun diharapkan jadi lebih mudah.
"Ya nanti antara BPUI dan pemerintah sebagai pemilik baru yang selesaikan. Bahkan nanti pemerintah jadi pemilik penuh. RDI kan hubungannya antara pemberi dana atau kreditur yaitu pemerintah dengan bahan yang menerima dana. Itu yang tengah diselesaikan sekarang," katanya.
Kini, baik pemerintah dan BI masih menyiapkan aspek hukum untuk pelepasan dua anak BI, yaitu Askrindo dan BPUI. BI berharap saat pembahasan dengan DPR, semua persiapan pelepasan anak BI sudah bisa selesai.
"Kami menyiapkan agar pada saatnya nanti waktu pembahasan dengan DPR bisa berlangsung lancar, terutama dalam penyelesaian aspek legal," katanya.
(lih/qom)
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Budi Mulya ketika ditemui di Kantor Menneg BUMN, Jakarta, Senin (20/4/2009).
"Ya itu bagian dari penyelesaian nanti. Itu paket yang tidak terlepaskan untuk penyehatan BPUI, jadi tidak sendiri-sendiri. Tapi keseluruhan berbarengan, dengan pelepasan nanti," katanya.
Setelah BPUI dilepas ke pemerintah, maka BPUI sepenuhnya menjadi milik pemerintah. Dengan begitu, penyelesaian RDI di antara mereka pun diharapkan jadi lebih mudah.
"Ya nanti antara BPUI dan pemerintah sebagai pemilik baru yang selesaikan. Bahkan nanti pemerintah jadi pemilik penuh. RDI kan hubungannya antara pemberi dana atau kreditur yaitu pemerintah dengan bahan yang menerima dana. Itu yang tengah diselesaikan sekarang," katanya.
Kini, baik pemerintah dan BI masih menyiapkan aspek hukum untuk pelepasan dua anak BI, yaitu Askrindo dan BPUI. BI berharap saat pembahasan dengan DPR, semua persiapan pelepasan anak BI sudah bisa selesai.
"Kami menyiapkan agar pada saatnya nanti waktu pembahasan dengan DPR bisa berlangsung lancar, terutama dalam penyelesaian aspek legal," katanya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
