Hasil Stress Test BI Triwulan I Catat NPL 5%-6%
Jumat, 24/04/2009 16:57 WIB
(Foto: Angga-detikFinance)
Jakarta - Hasil uji ketahanan atau stress test yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada seluruh bank nasional pada triwulan I-2009 menunjukkan persentase rasio kredit bermasalah (NPL) akan berada di kisaran 5-6 persen jika pertumbuhan ekonomi sebesar 4 persen.
Stress test ini merupakan simulasi yang dilakukan BI terhadap kondisi makro yang diperkirakan terjadi.
Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Bank Indonesia, Wimboh Santoso dalam pertemuan dengan wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (24/4/2009) mengatakan NPL perbankan dapat mencapai posisi di bawah 5 persen jika perbankan lebih selektif dalam menyalurkan kredit.
"NPL perbankan saat ini tren-nya meningkat, pada bulan Desember tahun 2008 sebesar 3,8 persen, di bulan Januari 2009 NPL naik menjadi 4,2 persen, dan di bulan Februari 2009 mencapai 4,3 persen," papar Wimboh.
Namun walaupun meningkat, Wimboh menegaskan bahwa magnitudenya menurun. BI akan terus melakukan pengawasan intensif kepada perbankan yang mempunyai NPL sampai dengan di atas 5 persen.
"NPL masih akan meningkat, namun magnitudenya akan menurun" ujar Wimboh.
Hasil stress test yang dilakukan BI mengacu pada indikator makro ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah.
(dru/ir)
Stress test ini merupakan simulasi yang dilakukan BI terhadap kondisi makro yang diperkirakan terjadi.
Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Bank Indonesia, Wimboh Santoso dalam pertemuan dengan wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (24/4/2009) mengatakan NPL perbankan dapat mencapai posisi di bawah 5 persen jika perbankan lebih selektif dalam menyalurkan kredit.
"NPL perbankan saat ini tren-nya meningkat, pada bulan Desember tahun 2008 sebesar 3,8 persen, di bulan Januari 2009 NPL naik menjadi 4,2 persen, dan di bulan Februari 2009 mencapai 4,3 persen," papar Wimboh.
Namun walaupun meningkat, Wimboh menegaskan bahwa magnitudenya menurun. BI akan terus melakukan pengawasan intensif kepada perbankan yang mempunyai NPL sampai dengan di atas 5 persen.
"NPL masih akan meningkat, namun magnitudenya akan menurun" ujar Wimboh.
Hasil stress test yang dilakukan BI mengacu pada indikator makro ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah.
(dru/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
