Hamid Awaluddin Nyaris 'Dikerjai' Petugas Money Changer
Jumat, 24/04/2009 20:55 WIB
Jakarta - Dubes RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin nyaris kena tipu di Bandara Soekarno Hatta. Hamid disangka TKI dan diseret-seret oleh petugas money changer.
Perihal tipu-tipu itu diungkapkan Menakertrans Erman Soeparno saat membuka sambutan acara MoU Bank Mandiri dengan Depnakertrans di Jakarta, Jumat (24/4/2009).
Erman mengawali ceritanya dengan telepon genggam miliknya yang selalu standby, 24 jam sehari. Hal itu merupakan salah satu kewajiban menteri karena presiden pun bisa memanggil setiap saat.
"Menteri itu HP-nya harus 24 jam bunyi, karena bapak presiden kita kerja 24 jam," cerita Erman.
Dan pada satu ketika pada pagi buta pukul 03.00 dini hari, telepon genggam Erman berbunyi. Tak lain dan tak bukan berasal dari koleganya mantan Menteri Hukum dan Ham Hamid Awaluddin yang baru tiba di bandara Soekarno Hatta, setelah dari negara Rusia selaku Dubes Besar disana.
Hamid ternyata sedang menjadi incaran korban penipuan dari money changer di bandara Soekarno Hatta. Saat menelpon Erman, Hamid mengaku sedang dirayu-rayu petugas penukaran uang itu.
"Waduh saya ini dikira TKI, saya diseret-seret oleh petugas money changer suruh tukar uang," ujar Erman menirukan Hamid.
Lebih lanjut Erman mengaaku dirinya tidak memungkiri saat masih saja ada perusahaan-perusahaan money changer nakal yang berada di Bandara termasuk Bandara Soekarno Hatta.
Dalam kasus Hamid, ia mengaku sang mantan menteri itu mau dicoba dikadali oleh pegawai money changer nakal dengan menawarkan nilai tukar dibawah harga pasar.
"Pada waktu itu, nilai tukar itu Rp 9000 per dollar, ingin ditukar Rp 5000 per
dollar," katanya.
Maklum, karena mantan menteri itu dianggap TKI, maka si petugas penukaran uang itu
menganggap sosok Hamid sebagai orang yang awam yang bisa dikibuli. Walhasil, dalam
tempo singkat perusahaan money changer itu ditindak dan ditutup izinnya.
"Oke bapak jangan pergi, PT-nya mana, dicatat," tegas Erman langsung mengerahkan
anak buahnya untuk menindak Money Changer nakal.
Usulkan Ganti Kata TKI Jadi TKLN
Dalam kesempatan tersebut, Erman juga mengajukan usulan agar penggunaan kata TKI yang selama ini sudah banyak dikenal masyarakat bisa diganti dengan kata TKLN (Tenaga kerja Luar
Negeri).
"Dalam rangka perhatian terhadap TKI kita di luar negeri, bahwa TKI, itu saya usulkan diganti saja jadi TKLN, supaya mentereng," serunya tertawa.
Alasan perubahan itu, menurutnya tidak terlepas dari persepsi yang sudah melekat pada TKI yang identik dengan pekerja luar negeri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).
"Padahal ada yang jadi pilot, GM, kerja di perhotelan, maneger, di perminyakan dan lain-lain," paparnya dengan bangga.
(hen/qom)
Perihal tipu-tipu itu diungkapkan Menakertrans Erman Soeparno saat membuka sambutan acara MoU Bank Mandiri dengan Depnakertrans di Jakarta, Jumat (24/4/2009).
Erman mengawali ceritanya dengan telepon genggam miliknya yang selalu standby, 24 jam sehari. Hal itu merupakan salah satu kewajiban menteri karena presiden pun bisa memanggil setiap saat.
"Menteri itu HP-nya harus 24 jam bunyi, karena bapak presiden kita kerja 24 jam," cerita Erman.
Dan pada satu ketika pada pagi buta pukul 03.00 dini hari, telepon genggam Erman berbunyi. Tak lain dan tak bukan berasal dari koleganya mantan Menteri Hukum dan Ham Hamid Awaluddin yang baru tiba di bandara Soekarno Hatta, setelah dari negara Rusia selaku Dubes Besar disana.
Hamid ternyata sedang menjadi incaran korban penipuan dari money changer di bandara Soekarno Hatta. Saat menelpon Erman, Hamid mengaku sedang dirayu-rayu petugas penukaran uang itu.
"Waduh saya ini dikira TKI, saya diseret-seret oleh petugas money changer suruh tukar uang," ujar Erman menirukan Hamid.
Lebih lanjut Erman mengaaku dirinya tidak memungkiri saat masih saja ada perusahaan-perusahaan money changer nakal yang berada di Bandara termasuk Bandara Soekarno Hatta.
Dalam kasus Hamid, ia mengaku sang mantan menteri itu mau dicoba dikadali oleh pegawai money changer nakal dengan menawarkan nilai tukar dibawah harga pasar.
"Pada waktu itu, nilai tukar itu Rp 9000 per dollar, ingin ditukar Rp 5000 per
dollar," katanya.
Maklum, karena mantan menteri itu dianggap TKI, maka si petugas penukaran uang itu
menganggap sosok Hamid sebagai orang yang awam yang bisa dikibuli. Walhasil, dalam
tempo singkat perusahaan money changer itu ditindak dan ditutup izinnya.
"Oke bapak jangan pergi, PT-nya mana, dicatat," tegas Erman langsung mengerahkan
anak buahnya untuk menindak Money Changer nakal.
Usulkan Ganti Kata TKI Jadi TKLN
Dalam kesempatan tersebut, Erman juga mengajukan usulan agar penggunaan kata TKI yang selama ini sudah banyak dikenal masyarakat bisa diganti dengan kata TKLN (Tenaga kerja Luar
Negeri).
"Dalam rangka perhatian terhadap TKI kita di luar negeri, bahwa TKI, itu saya usulkan diganti saja jadi TKLN, supaya mentereng," serunya tertawa.
Alasan perubahan itu, menurutnya tidak terlepas dari persepsi yang sudah melekat pada TKI yang identik dengan pekerja luar negeri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).
"Padahal ada yang jadi pilot, GM, kerja di perhotelan, maneger, di perminyakan dan lain-lain," paparnya dengan bangga.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
