Jatah Impor Beras Vietnam Diperpanjang Hingga 2011
Minggu, 26/04/2009 16:42 WIB
(Foto: dok detikfinance)
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Vietnam sepakat memperpanjang ketentuan potensial impor 1 juta ton beras asal Vietnam ke Indonesia. Perpanjangan ini bertujuan untuk tetap menjaga ketahanan pangan di dalam negeri hingga 2011.
"Diperpanjang dari tahun 2009 sampai 2011, selama dua tahun, dua tahun-tahun," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai acara konferensi pers di JCC, Minggu (26/4/2009).
Mari menegaskan kesepakatan untuk melakukan potensi impor beras asal Vietnam cukup penting untuk tetap menjamin keamanan pangan di dalam negeri. Komitmen perpanjangan potensial ini hanya bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal terburuk dimasa datang.
"Tapi kan kita tidak pernah tahu, mungkin ada bencana, paceklik, dimana kita tetap perlu impor meskipun belum tahu berapa jumlahnya, ini kerangka G to G," kilah Mari.
Dikatakannya, salah satu alasan pemerintah adalah untuk tetap menjamin kepastian ketahan pangan menjadi tujuan pemerintah dalam keadaan apapun. Pemerintah akan tetap memprioritaskan masalah revitalsiasi pertanian mempertahankan swasembada.
"Bahkan suatu hari kita akan ekspor beras itu tetap tujuan kita," jelasnya.
Mengenai isi perjanjian yang diperpanjang itu, dikatakan Mari, relatif sama dengan kesepakatan sebelumnya, bahkan dari sisi pasal per pasal tidak ada yang berubah.
"Sifatnya standby, kita nggak ada kewajiban untuk mengimpor, jadi tidak perlu direalisakan kalau kita tidak perlu impor," jelasnya.
(hen/dro)
"Diperpanjang dari tahun 2009 sampai 2011, selama dua tahun, dua tahun-tahun," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai acara konferensi pers di JCC, Minggu (26/4/2009).
Mari menegaskan kesepakatan untuk melakukan potensi impor beras asal Vietnam cukup penting untuk tetap menjamin keamanan pangan di dalam negeri. Komitmen perpanjangan potensial ini hanya bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal terburuk dimasa datang.
"Tapi kan kita tidak pernah tahu, mungkin ada bencana, paceklik, dimana kita tetap perlu impor meskipun belum tahu berapa jumlahnya, ini kerangka G to G," kilah Mari.
Dikatakannya, salah satu alasan pemerintah adalah untuk tetap menjamin kepastian ketahan pangan menjadi tujuan pemerintah dalam keadaan apapun. Pemerintah akan tetap memprioritaskan masalah revitalsiasi pertanian mempertahankan swasembada.
"Bahkan suatu hari kita akan ekspor beras itu tetap tujuan kita," jelasnya.
Mengenai isi perjanjian yang diperpanjang itu, dikatakan Mari, relatif sama dengan kesepakatan sebelumnya, bahkan dari sisi pasal per pasal tidak ada yang berubah.
"Sifatnya standby, kita nggak ada kewajiban untuk mengimpor, jadi tidak perlu direalisakan kalau kita tidak perlu impor," jelasnya.
(hen/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
