Menteri ESDM Sedih Pengembangan Geothermal Tertatih-tatih
Rabu, 29/04/2009 10:31 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengaku sedih karena pengembangan panas bumi di Indonesia belum bisa optimal. Ia tak habis pikir, setelah semua upaya sudah dilakukan, mengapa pengembangan panas bumi masih saja tertaih-tatih.
Hal ini disampaikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam Seminar 'Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Koperasi atau Badan Usaha Lain, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Saya ikut bersedih hati selama berpuluh-puluh tahun mengembangkan geothermal tapi masih tertatih-tertatih," kata Purnomo
Menurut Purnomo, potensi panas bumi di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Namun dari potensi yang mencapai 27.000 Megawatt (MW), yang bisa dikembangkan baru sebesar 1.052 MW.
"Kenapa panas bumi tidak berkembang padahal potensinya besar? Apakah salah di sistem, salah di operasionalnya atau di mana?" ungkap Purnomo.
Berbagai upaya, imbuh Purnomo telah dilakukan. Salah satunya membuat Undang-undang soal panas bumi namun ternyata hingga saat ini panas bumi masih juga belum berkembang.
"Tetap sampai pagi ini pengembangan panas bumi masih tertatih," ujarnya.
(epi/lih)
Hal ini disampaikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam Seminar 'Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Koperasi atau Badan Usaha Lain, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Saya ikut bersedih hati selama berpuluh-puluh tahun mengembangkan geothermal tapi masih tertatih-tertatih," kata Purnomo
Menurut Purnomo, potensi panas bumi di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Namun dari potensi yang mencapai 27.000 Megawatt (MW), yang bisa dikembangkan baru sebesar 1.052 MW.
"Kenapa panas bumi tidak berkembang padahal potensinya besar? Apakah salah di sistem, salah di operasionalnya atau di mana?" ungkap Purnomo.
Berbagai upaya, imbuh Purnomo telah dilakukan. Salah satunya membuat Undang-undang soal panas bumi namun ternyata hingga saat ini panas bumi masih juga belum berkembang.
"Tetap sampai pagi ini pengembangan panas bumi masih tertatih," ujarnya.
(epi/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
