detikfinance

PLTU Tanjung Priok dan PLTU Perak akan Dialihfungsikan

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Rabu, 29/04/2009 13:54 WIB
Foto: Dadan/detikFinance
Jakarta - Jika pembangkit-pembangkit proyek 10.000 MW sudah beroperasi, maka sejumlah pembangkit yang sudah ada bisa jadi akan dialihfungsikan menjadi standby. Pembangkit yang kemungkinan akan menjadi standby adalah PLTU Tanjung Priok (2x50 MW) dan PLTU Perak (2x50 MW).
 
Hal ini disampaikan Dirut PT Indonesia Power Tony Agus saat dihubungi, Rabu (29/4/2009).
 
"Jadi kalau 10.000 MW tahap pertama sudah masuk akhir tahun, kita lagi kaji PLTU Priok dan PLTU Perak apakah akan tetap dinyalakan atau tidak," ujar Tony.
 
Menurut Tony, opsi ini muncul karena umur kedua PLTU tersebut sudah tergolong tua. Kedua PLTU ini dibangun sekitar tahun 1970-an sehingga kalau tetap beroperasi diperkirakan sudah tidak efisien lagi. 
 
"Keduanyakan masih pakai Marine Fuel Oil (MFO), jadi agar lebih efisien kita akan istirahatkan dan  akan dialihfungsikan menjadi standby unit,"  papar Tony.



(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.