Ekspor Turun 28,87%, Surplus Perdagangan Capai US$ 1,99 M
Jumat, 01/05/2009 14:47 WIB
Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Aktivitas ekspor Indonesia pada Maret 2009 turun 28,87% dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Meski begitu, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 1,99 miliar di Maret 2009.
Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan dalam keterangan pers di kantor BPS, Jumat (1/5/2009).
Ekspor pada bulan Maret tercatat sebesar US$ 8,54 miliar atau masih di atas impor Maret 2009 yang sebesar US$ 6,53 miliar. Atau berarti ada surplus sebesar US$ 1,99 miliar.
Ekspor pada Maret yang sebesar US$ 8,54 milir ini memang tercatat turun 28,87% dibandingkan periode yang sama tahun 2008, namun naik 20,64% jika dibandingkan Februari 2009. Kenaikan ekspor Maret ditopang pertanian dan pertambangan masing-masing sebesar 0,87% dan 10,74%.
"Pertambangan khususnya batubara yang pada bulan Maret volume ekspornya sangat tinggi. Jadi ekspor bulan Maret bukan ditopang industri melainkan pertanian dan pertambangan," katanya.
Ekspor non migas pada Maret sebesar US$ 7,27 miliar atau naik 20,08% dari Februari 2009. Tapi jika dibandingkan Maret 2008 tetap turun turun sebesar 21,31%.
Ekspor selama Januari hingga Maret 2009 tercatat sebesar US$ 22,9 miliar atau turun 32,12% dari triwulan I-2008. Ekspor terbesar disumbangkan bahan mineral sebesar US$ 444,3 juta, CPO sebesar US$ 217 juta, dan bijih tambang sebesar US$ 420 juta.
Sedangkan penurunan terbesar ekspor non migas berasal dari sektor industri yang melorot 31,68% dibandingkan triwulan I-2008.
Impor pada Maret 2009 tercatat sebesar US$ 6,53 miliar atau naik 9,94% dari Februari 2009 yang sebesar US$ 5,94 miliar.
"Kenaikan impor ini tidak setajam kenaikan ekspor. Oleh sebab itu terjadi surplus perdagangan sebesar US$ 1,99 miliar dan ini akan masuk ke cadangan devisa negara," katanya.
Impor pada triwulan I-2009 sebesar US$ 19,07 miliar atau turun 35,85 % dari triwulan I-2008. Impor non migas menyumbang US$ 5,61 miliar atau naik 12,81% dari Februari 2009.
Sedangkan impor non migas triwulan I-2009 sebesar US$ 15,91 miliar, atau turun 30,03% dari triwulan I-2008. Sedangkan impor migas sebesar US$ 3,16 miliar yang berarti turun 54,78% dari triwulan I-2008.
Sementara impor migas Maret US$ 0,92 miliar atau mengalami penurunan 4,87% dari Februari 2009.
(lih/qom)
Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan dalam keterangan pers di kantor BPS, Jumat (1/5/2009).
Ekspor pada bulan Maret tercatat sebesar US$ 8,54 miliar atau masih di atas impor Maret 2009 yang sebesar US$ 6,53 miliar. Atau berarti ada surplus sebesar US$ 1,99 miliar.
Ekspor pada Maret yang sebesar US$ 8,54 milir ini memang tercatat turun 28,87% dibandingkan periode yang sama tahun 2008, namun naik 20,64% jika dibandingkan Februari 2009. Kenaikan ekspor Maret ditopang pertanian dan pertambangan masing-masing sebesar 0,87% dan 10,74%.
"Pertambangan khususnya batubara yang pada bulan Maret volume ekspornya sangat tinggi. Jadi ekspor bulan Maret bukan ditopang industri melainkan pertanian dan pertambangan," katanya.
Ekspor non migas pada Maret sebesar US$ 7,27 miliar atau naik 20,08% dari Februari 2009. Tapi jika dibandingkan Maret 2008 tetap turun turun sebesar 21,31%.
Ekspor selama Januari hingga Maret 2009 tercatat sebesar US$ 22,9 miliar atau turun 32,12% dari triwulan I-2008. Ekspor terbesar disumbangkan bahan mineral sebesar US$ 444,3 juta, CPO sebesar US$ 217 juta, dan bijih tambang sebesar US$ 420 juta.
Sedangkan penurunan terbesar ekspor non migas berasal dari sektor industri yang melorot 31,68% dibandingkan triwulan I-2008.
Impor pada Maret 2009 tercatat sebesar US$ 6,53 miliar atau naik 9,94% dari Februari 2009 yang sebesar US$ 5,94 miliar.
"Kenaikan impor ini tidak setajam kenaikan ekspor. Oleh sebab itu terjadi surplus perdagangan sebesar US$ 1,99 miliar dan ini akan masuk ke cadangan devisa negara," katanya.
Impor pada triwulan I-2009 sebesar US$ 19,07 miliar atau turun 35,85 % dari triwulan I-2008. Impor non migas menyumbang US$ 5,61 miliar atau naik 12,81% dari Februari 2009.
Sedangkan impor non migas triwulan I-2009 sebesar US$ 15,91 miliar, atau turun 30,03% dari triwulan I-2008. Sedangkan impor migas sebesar US$ 3,16 miliar yang berarti turun 54,78% dari triwulan I-2008.
Sementara impor migas Maret US$ 0,92 miliar atau mengalami penurunan 4,87% dari Februari 2009.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
