detikfinance

Harusnya BI Rate Bisa Turun Lagi

Herdaru Purnomo - detikfinance
Jumat, 01/05/2009 17:02 WIB
Foto: Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta - Deflasi yang terjadi pada bulan April 2009 sebesar 0,31 persen harusnya bisa menjadi stimulus penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

Demikian dikatakan oleh Pengamat Perbankan dari Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (1/5/2009).

"Sudah saya prediksi April akan terjadi deflasi, sehingga bisa menjadi stimulus penurunan BI Rate sebesar 25 bps," ujarnya.
Ia mengatakan, pada bulan Mei nanti BI Rate bisa turun lagi menjadi 7,25 persen.

BPS mencatat deflasi April 2009 sebesar 0,03%. Inflasi tahun kalender dari Januari hingga April 2009 sebesar baru 0,05%, sementara inflasi year on year atau April 2009 terhadap April 2008 mencapai 7,31%.

Selain itu, Ryan mengatakan, penurunan BI Rate tersebut akan memacu perbankan untuk menurunkan bunga suku bunga depositonya.

"Apalagi sudah ada upaya-upaya dari beberapa bank untuk menghimbau deposan-deposan besarnya untuk legowo jika bank-bank turunkan bunga dana (deposito)," tuturnya.

Ia menjelaskan, penurunan suku bunga deposito nantinya juga akan menurunkan suku bunga kredit perbankan. "Soalnya bunga kredit bisa turun kalau bunga dana mahal (deposito) juga turun," pungkasnya.


(dru/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.