detikfinance

Fahmi Idris Bersyukur Tidak Bisa Main Golf

Suhendra - detikfinance
Senin, 04/05/2009 15:05 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Olah raga golf kini jadi sorotan terkait cinta segi tiga antara Ketua KPK non aktif Antasari Azhar dengan korban pembunuhan Nasruddin. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengaku bersyukur tidak bisa main golf.

Omongan golf ini muncul saat Fahmi menjadi pembicara dalam sosialisasi  P3DN dan penghematan energi kepad unit kerja di lingkungan Depperin, Senin (4/5/2009).

Bukan hal aneh kalau Fahmi sering menceramahi jajaran di institusinya. Fahmi kerap kali menceramahi tabiat anak buahnya dalam hal reformasi birokrasi, khususnya soal kinerja para PNS di lingkungan Departemen Perindustrian (Depperin).

Pada saat becuap-cuap itulah, tiba-tiba ia menyinggung soal permainan golf. Entah apakah ini bermaksud untuk mencoba membuat anak buahnya lebih nyambung agar mudah menerima ucapannya atau apa?

Maklum beberapa hari ini isu soal golf menjadi isu hot mengenai dugaan kasus cinta segi tiga antara Ketua KPK non Aktif Antasari Azhar dengan korban pembunuhan Direktur Nasruddin.

"Bersyukur saya tidak bisa bermain golf. Memang sih tidak ada salahnya main golf," ucap Fahmi.

Menurut Fahmi, ada  3 golongan orang yang  bermain golf yaitu ada golongan putih, golongan abu-abu dan golongan hitam.

"Kalau yang putih benar-benar mau olah raga, yang hitam itu datang untuk bertaruhan dan abu-abu itu yang taruhannya sedikit," ucapnya disambut tawa hadirin.

Padahal kata Fahmi, sikap abu-abu pun sama saja dengan sikap orang yang memilih sebagai golongan hitam. Ia mengibaratkan bagi orang-orang yang mengerti (agama) meminum sebotol alkohol dengan sloki alkohol sama saja maknanya.

"Saya harap semoga anda-anda masuk dalam golongan yang putih," seru Fahmi pada anak buahnya.

Berbicara soal kinerja PNS, ia tidak memungkiri saat ini stigma masyarakat terhadap kinerja PNS masih sangat miring. Citra PNS saat ini, kata Fahmi,  merupakan cap dari ketidakefektifan, in-efisien, tidak transparan, tidak terkontrol dan lain-lain.

"Ajab sekali kalau cap itu melekat pada kita (PNS Depperin)," kilahnya.

Bahkan Fahmi dengan sinis mengatakan jika sampai akhir masa jabatannya yang akan berakhir 5 sampai 6 bulan lagi menjadi Menperin, namun sikap anak buahnya tidak berubah maka ia berani mengaku akan angkat tangan petanda menyerah.

"Saya harus angkat tangan, saya harus berani bilang seperti itu, kalau berbagai upaya telah diupayakan tapi hasilnya seperti itu-Itu juga," ketusnya.

Ia tidak ingin, prilaku PNS di Depperin bisa menjadi bahan omongan  bagi keluarga dan masyarakat yang tidak baik. Sehingga sudah sepatutnya perlu ada pembenahan diri bagi para PNS.

"Saudara-saudara pasti akan pensiun, ah departemen yang itu (Depperin) ,yang gedungnya tinggi, prestasinya sebaliknya. Wah menteri-nya Fahmi Idris," imbuhnya.



(hen/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.