Harga Tanah Melambung, Pabrik Semen Gresik di Pati Terancam Batal
Jumat, 08/05/2009 17:29 WIB
Produk Semen Gresik (dok)
Tuban - Warga kawasan Gunung Kendeng di Sukolilo, Kabupaten Pati (Jateng) terus menolak pabrik semen milik PT Semen Gresik (SG) Tbk di wilayahnya. Mereka bahkan memasang harga tanah yang sangat mahal mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per M2.
Padahal pihak PT SG memasang harga untuk pembebasan lahan seluas 1.350 hektar di wilayah Kecamatan Sukolilo, Pati itu sebesar Rp 40.000 per M2. Sedangkan harga tanah sesuai Nilai Jual Obyel Pajak (NJOP) di wilayah yang akan dibebaskan berkisar Rp 2.500 hingga Rp 4.000 per M2. Hal itu mengakibatkan kedua belah pihak belum menemukan kesepakatan.
Kepala Divisi PT SG, Saefuddin Zuhri, menyatakan, saat ini sebenanya sudah mulai proses pembebasan lahan. Namun demikian, di lapangan menemui permasalahan harga.
"Ada pihak tertentu dengan berbagai alasan menghendaki PT SG tidak jadi membangun pabrik di Pati. Warga tiba-tiba memasang harga tanah sangat tinggi di luar kemampuan kita,” kata Saefuddin Zuhri saat bertemu wartawan di Rumah Makan Kurnia Dewi, Tuban, Jumat (8/5/2009) sore.
Selain masalah permintaan harga tanah yang tinggi dari warga, ada kendala sosial yang cukup mempengaruhi proyek ini. Diantaranya, ada kelompok yang memanfaatkan LSM untuk melakkan aksi penolakan. Tentunya dengan berbagai dalih dan latar belakang.
"Padahal sebenarnya, pihak Pemkab Pati dan didukung oleh Gubernur Jateng, telah mendesak agar pabrik SG ada di Pati. Bahkan kalau memang tidak bisa di Pati, kabupaten lain di sekitarnya telah meminta agar daerahnya didirikan pabrik semen oleh PT SG," ungkapnya.
Ditegaskan pula, jika masalah sosial dan kendala harga anah tidak bisa diselesaikan pihak PT SG bakal merelokasi pabrik di Pati.
"Kalau memang warga menolak atau tidak mau menjual tanahnya, kita akan pindah ke daerah yang bersedia menerima," kata Saefuddin Zuhri.
Diungkapkannya, pihak PT SG yang berstatus BUMN mendapat tugas dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan semen di tanah air. Terlebih pada kisaran tahun 2012 kebutuhan semen secara nasional bakal membengkak. Ini terjadi karena krisis ekonomi global yang terjadi pada kisaran 2008 hingga 2009.
"Sekarang krisis global sudah mulai reda, sehingga proyek infrastruktur termasuk real estate pada tahun 2011 atau 2012 bakal segera dimulai. Ini bakal meningkakan volume kebutuhan semen, makanya kita ditugsakan pemerintah jangan sampai terjadi krisis semen," katanya.
Dikatakan, untuk tahun 2008 dan 2009 saat krisis global kebutuhan semen nasional mencapai kisaran 38 juta ton dan 37 juta ton. Jika tahun 2011 dan 2012, terjadi booming proyek infrastruktur untuk meneruskan proyek yang terhenti bakal memakan semen jauh lebih banyak.
"Oleh karena itu, kami ditugaskan pemerintah segera membangun pabrik baru. Jika proyek di Pati gagal karena berbagai sebab, kita tetap akan ekspansi ke daerah lain karena mengemban tugas pemerintah," ungkap Saefuddin Zuhri.
(bdh/qom)
Padahal pihak PT SG memasang harga untuk pembebasan lahan seluas 1.350 hektar di wilayah Kecamatan Sukolilo, Pati itu sebesar Rp 40.000 per M2. Sedangkan harga tanah sesuai Nilai Jual Obyel Pajak (NJOP) di wilayah yang akan dibebaskan berkisar Rp 2.500 hingga Rp 4.000 per M2. Hal itu mengakibatkan kedua belah pihak belum menemukan kesepakatan.
Kepala Divisi PT SG, Saefuddin Zuhri, menyatakan, saat ini sebenanya sudah mulai proses pembebasan lahan. Namun demikian, di lapangan menemui permasalahan harga.
"Ada pihak tertentu dengan berbagai alasan menghendaki PT SG tidak jadi membangun pabrik di Pati. Warga tiba-tiba memasang harga tanah sangat tinggi di luar kemampuan kita,” kata Saefuddin Zuhri saat bertemu wartawan di Rumah Makan Kurnia Dewi, Tuban, Jumat (8/5/2009) sore.
Selain masalah permintaan harga tanah yang tinggi dari warga, ada kendala sosial yang cukup mempengaruhi proyek ini. Diantaranya, ada kelompok yang memanfaatkan LSM untuk melakkan aksi penolakan. Tentunya dengan berbagai dalih dan latar belakang.
"Padahal sebenarnya, pihak Pemkab Pati dan didukung oleh Gubernur Jateng, telah mendesak agar pabrik SG ada di Pati. Bahkan kalau memang tidak bisa di Pati, kabupaten lain di sekitarnya telah meminta agar daerahnya didirikan pabrik semen oleh PT SG," ungkapnya.
Ditegaskan pula, jika masalah sosial dan kendala harga anah tidak bisa diselesaikan pihak PT SG bakal merelokasi pabrik di Pati.
"Kalau memang warga menolak atau tidak mau menjual tanahnya, kita akan pindah ke daerah yang bersedia menerima," kata Saefuddin Zuhri.
Diungkapkannya, pihak PT SG yang berstatus BUMN mendapat tugas dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan semen di tanah air. Terlebih pada kisaran tahun 2012 kebutuhan semen secara nasional bakal membengkak. Ini terjadi karena krisis ekonomi global yang terjadi pada kisaran 2008 hingga 2009.
"Sekarang krisis global sudah mulai reda, sehingga proyek infrastruktur termasuk real estate pada tahun 2011 atau 2012 bakal segera dimulai. Ini bakal meningkakan volume kebutuhan semen, makanya kita ditugsakan pemerintah jangan sampai terjadi krisis semen," katanya.
Dikatakan, untuk tahun 2008 dan 2009 saat krisis global kebutuhan semen nasional mencapai kisaran 38 juta ton dan 37 juta ton. Jika tahun 2011 dan 2012, terjadi booming proyek infrastruktur untuk meneruskan proyek yang terhenti bakal memakan semen jauh lebih banyak.
"Oleh karena itu, kami ditugaskan pemerintah segera membangun pabrik baru. Jika proyek di Pati gagal karena berbagai sebab, kita tetap akan ekspansi ke daerah lain karena mengemban tugas pemerintah," ungkap Saefuddin Zuhri.
(bdh/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
