Pekerja Berpendidikan SD Masih Dominan di Indonesia
Jumat, 15/05/2009 15:01 WIB
Foto: Dok detikFinance
Jakarta - Pekerja di Indonesia dengan pendidikan SD ke bawah jumlahnya masih tetap mendominasi sebanyak 55,43 juta orang atau 53,05% dari total jumlah pekerja pada Februari 2009.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Jumat (15/5/2009).
"Bagaimana pekerja kita mau berkualitas, karena yang pendidikannya SD ke bawah itu di atas 50% dari jumlah pekerja. Ini warisan yang tidak bisa diapa-apakan, kita tinggal tunggu mereka tutup usia saja baru bisa berkurang," ujar Rusman.
Rincian dari pendidikan angkatan kerja Indonesia adalah:
Pada Februari 2009 dibanding Februari 2008, hampir seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja. Kecuali sektor konstruksi yang lapangan kerjanya turun 120 ribu orang dan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi yang menurun sebanyak 60 ribu orang.
"Tranportasi kebanyakan dari informal, pengojek-pengojek yang mulai menurun," jelas Rusman.
Sektor yang mengalami kenaikan lapangan kerja terbesar adalah sektor perdagangan 1,16 juta orang, sektor jasa kemasyarakatan naik 830 ribu, pertanian naik 340 ribu orang.
(qom/ir)
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Jumat (15/5/2009).
"Bagaimana pekerja kita mau berkualitas, karena yang pendidikannya SD ke bawah itu di atas 50% dari jumlah pekerja. Ini warisan yang tidak bisa diapa-apakan, kita tinggal tunggu mereka tutup usia saja baru bisa berkurang," ujar Rusman.
Rincian dari pendidikan angkatan kerja Indonesia adalah:
- SMP: 19,5 juta orang
- SMA: 15,13 juta orang
- SMK: 7,19 juta orang
- Diploma I, II, III: 2,68 juta orang
- Universitas: 4,22 juta orang.
Pada Februari 2009 dibanding Februari 2008, hampir seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja. Kecuali sektor konstruksi yang lapangan kerjanya turun 120 ribu orang dan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi yang menurun sebanyak 60 ribu orang.
"Tranportasi kebanyakan dari informal, pengojek-pengojek yang mulai menurun," jelas Rusman.
Sektor yang mengalami kenaikan lapangan kerja terbesar adalah sektor perdagangan 1,16 juta orang, sektor jasa kemasyarakatan naik 830 ribu, pertanian naik 340 ribu orang.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
