Pertumbuhan Ekonomi Positif, RI Dampingi Dua Macan Asia
Jumat, 15/05/2009 21:45 WIB
Foto: dok Detikcom
Bandung, - Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi positif di tengah krisis global. Kondisi ini membuat posisi Indonesia kini berdampingan dengan dua macan Asia, yaitu China dan India.
Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam pidato pencalonannya sebagai cawapres SBY di gedung Sabuga, Bandung, Jumat (15/5/2009).
"Di tengah krisis global sekarang, bersama China dan India, Indonesia masih mencetak pertumbuhan positif," katanya.
Menurut Boediono, keberhasilan ekonomi ini tak lepas dari kepemimpinan SBY dalam 5 tahun terakhir yang memberikan modal kuat untuk fundamental ekonomi nasional.
"Untuk itu, saya menghargai keteguhan SBY, itu pula yang mendorong saya mendampingi beliau. Saya pernah bekerja 3 tahun di bawah beliau, itu modal untuk kerjasama, serta mewujudkan pemerintah tepat dan akuntabel," ujarnya.
Untuk menghadapi krisis selanjutnya, Boediono pun menegaskan Indonesia memerlukan kepemimpinan yang bersih, tidak dikotori suap dan tidak melibatkan bisnis keluar.
"Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tidak dikotori suap, tidak memperdagangkan kekuasan, dan campur aduk kepentingan bisnis keluarga. Pemerintahan yang bersih butuh pemberatansan korupsi konsisten. Saya yakin pemerintahan SBY yang berdayaguna akan melangkah ke sana," katanya.
(lih/dru)
Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam pidato pencalonannya sebagai cawapres SBY di gedung Sabuga, Bandung, Jumat (15/5/2009).
"Di tengah krisis global sekarang, bersama China dan India, Indonesia masih mencetak pertumbuhan positif," katanya.
Menurut Boediono, keberhasilan ekonomi ini tak lepas dari kepemimpinan SBY dalam 5 tahun terakhir yang memberikan modal kuat untuk fundamental ekonomi nasional.
"Untuk itu, saya menghargai keteguhan SBY, itu pula yang mendorong saya mendampingi beliau. Saya pernah bekerja 3 tahun di bawah beliau, itu modal untuk kerjasama, serta mewujudkan pemerintah tepat dan akuntabel," ujarnya.
Untuk menghadapi krisis selanjutnya, Boediono pun menegaskan Indonesia memerlukan kepemimpinan yang bersih, tidak dikotori suap dan tidak melibatkan bisnis keluar.
"Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tidak dikotori suap, tidak memperdagangkan kekuasan, dan campur aduk kepentingan bisnis keluarga. Pemerintahan yang bersih butuh pemberatansan korupsi konsisten. Saya yakin pemerintahan SBY yang berdayaguna akan melangkah ke sana," katanya.
(lih/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
