detikfinance

PPATK Terima Tiap Bulan 1.310 Laporan Mencurigakan

Irna Gustia - detikfinance
Senin, 18/05/2009 14:42 WIB
(Foto: Setpres)
Jakarta - Pengaduan kejanggalan transaksi keuangan yang masuk ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus meningkat. Jika di awal berdiri tahun 2002 hanya menerima 10,3 laporan per bulan, kini rata-rata per bulan PPATK menerima 1.310 laporan atau 43 laporan per hari.

Total laporan sampai akhir April 2009 sebanyak 28.297 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM). Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK yang disampaikan kepada penegak hukum sebanyak 683 LHA yakni kepada Kepolisian/Kejaksaan sebanyak 645 LHA dan 38 LHA kepada Kejaksaan.

Selain LHA, permintaan informasi kepada PPATK juga cukup banyak, antara lain permintaan dari Kepolisian sebanyak 411, KPK 225 permintaan, jaksa 65 dan lain-lain 54. Pertukaran informasi dengan FIU luar negeri sebanyak 285.

"Adanya peningkatan kepatuhan dan pelaporan penyedia jasa keuangan merupakan modal positif bagi proses penegakkan hukum di Indonesia," kata Kepala PPATK Bidang Hukum dan Kepatuhan, Bambang Permantoro dalam siaran pers, Senin (18/5/2009).

PPATK terus menjalin kerja sama dengan pihak manapun. Senin ini Ketua PPATK Yunus Husein menandatangani Nota Kesepahaman dengan Rektor Universitas Andalas (UNAND) Prof Dr.Ir. Musliar Kasim, MS,di Padang, Sumatera Barat, Senin 18 Mei 2009.

"Kerjasama ini dilandasi keinginan bersama untuk dapat mewujudkan rezim anti pencucian uang yang efektif di Indonesia," kata Yunus.

Kerjasama antara PPATK dengan Universitas Andalas (UNAND) dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman, merupakan kerjasama ke-25 (dua puluh lima dengan instansi domestik) atau ke-4 (empat) dengan lembaga pendidikan.

(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.