detikfinance

Boediono : Mosok Saya Cocok Dengan Neolib

Bagus Kurniawan - detikfinance
Sabtu, 23/05/2009 14:40 WIB
Foto: Wahyu-detikFinance
Yogyakarta - Cap dan tudingan terhadap Prof. Dr. Boediono sebagai penganut paham neoliberalisme (neolib) tak begitu saja habis. Boediono mengaku heran dengan sebutan penganut neolib itu.

"Saya ini dari universitas ndeso, UGM mosok cocok dengan neolib," ungkap Boediono saat memberikan pidato sambutan dalam pertemuan dengan civitas akademika di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Sabtu (23/5/2009).

Hadir dalam acara itu diantaranya Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, MSc, PhD, ketua Senat Akademik Prof. Dr. Sutaryo, Wakil Rektor Prof. Dr. Ainum Naim, guru besar FEB, Prof. Dr. Nopirin, Prof. Dr. Marwan Asri, Prof. Dr. Mardiasmo, Dr. Anggito Abimanyu dan staf pengajar FEB UGM.

Dia mengaku tidak setuju cara-cara mengecap seseorang itu neolib atau bukan. Sebab hal-hal yang dilakukan itu sesuai kaidah-kaidah dan landasan secara teoritis.

"Tidak bisa mengecap hanya dengan satu atau dua aspek saja. Ini berat kalau ada perang yang mengecap masalah neolib bahkan sampai ada yang mengatakan kafir," katanya.

Dia mencontohkan masalah alokasi anggaran pendidikan 20% dari APBN. Demikian pula masalah-masalah kualitas pendidikan dan akses kesehatan dan masalah kebutuhan pokok juga sudah jauh dari neoliberalisme.

"Debat boleh-boleh saja, tapi yang harus dilakukan gunakanlah energi kita itu untuk memecahkan masalah-masalah konkrit daripada isu-isu," katanya.

Menurut guru besar FEB UGM itu, disela-sela kesibukannya di Jakarta, setiap minggu sekali tiap hari Sabtu Boediono tetap mengajar mata kuliah Perekonomian Indonesia untuk mahasiswa S-1. Baginya mengajar itu adalah sebuah keasyikan tersendiri karena bisa bertemu dengan para mahasiswa-mahasiswa yang masih muda dengan wajar segar.

"Di Yogyakarta saya masih bisa bertemu rakyat dimana-mana. Seperti di rumah saya begitu keluar beberapa langkah saja sudah ketemu kampung. Secara pribadi saya ini dari universitas yang ndeso, nggak pas kalau sebagai neolib," kata Boediono yang tinggal di kawasan Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman itu.


(bgs/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.