Swasta dan Asing Berpeluang Jadi Operator Tol Suramadu
Senin, 25/05/2009 14:27 WIB
Jembatan Suramadu (dok detikcom)
Jakarta - Swasta dan perusahaan asing berpeluang menjadi operator jalan tol Suramadu, karena pemerintah menerapkan sistem tender terbatas dalam pemilihan calon operator jalan tol tersebut.
Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/5/2009).
"Nanti akan ditender untuk pengelolaan. Sementara BPJT dulu, selama 18 bulan, nanti operator selama 18 bulan itu hanya meng-collect dan mengoperasikan saja sambil dia tender untuk yang akan meneruskannya kepada badan usaha lain," tuturnya.
Menurut Bambang, BUMN ataupun swasta sama saja untuk menjadi operator jalan tol. Karena itu, pemerintah melakukan tender.
Tender tersebut nantinya akan dilakukan oleh Badan Pelaksana Suramadu yang saat ini sedang dipilih Ketuanya bersama dengan BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol).
"Karena dalam undang-undang hanya BPJT yang boleh melakukan tender," imbuhnya.
Tendernya pun dikatakan Bambang akan berskala besar dan merupakan tender internasional, dan operator luar negeri juga bisa ikut tender tersebut.
"Siapa saja boleh masuk. Jadi operator luar negeri boleh masuk. Yang penting yang mana yang paling memberikan keuntungan buat pemerintah," pungkasnya.
(dnl/qom)
Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/5/2009).
"Nanti akan ditender untuk pengelolaan. Sementara BPJT dulu, selama 18 bulan, nanti operator selama 18 bulan itu hanya meng-collect dan mengoperasikan saja sambil dia tender untuk yang akan meneruskannya kepada badan usaha lain," tuturnya.
Menurut Bambang, BUMN ataupun swasta sama saja untuk menjadi operator jalan tol. Karena itu, pemerintah melakukan tender.
Tender tersebut nantinya akan dilakukan oleh Badan Pelaksana Suramadu yang saat ini sedang dipilih Ketuanya bersama dengan BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol).
"Karena dalam undang-undang hanya BPJT yang boleh melakukan tender," imbuhnya.
Tendernya pun dikatakan Bambang akan berskala besar dan merupakan tender internasional, dan operator luar negeri juga bisa ikut tender tersebut.
"Siapa saja boleh masuk. Jadi operator luar negeri boleh masuk. Yang penting yang mana yang paling memberikan keuntungan buat pemerintah," pungkasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
