Inovisi Kejar IPO Semester I-2009
Senin, 25/05/2009 14:50 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - PT Inovisi Infracom tetap menargetkan pelepasan 400 juta saham baru ke publik (Initial Public Offering/IPO) sebelum akhir semester I-2009. Perseroan belum memperoleh pernyataan efektif Bapepam-LK.
"Kalau dari kami ya maunya secepatnya, sebelum akhir Juni 2009. Karena kami menggunakan laporan keuangan Desember 2008," ujar Corporate Secretary Inovisi, Sofia Benita saat dihubungi detikFinance, Senin (25/5/2009).
Perusahaan content provider ini berencana mencatatkan 400 juta lembar saham baru sekitar 40% di harga Rp 110-125 per saham. Target dana IPO Inovisi sebesar Rp 44-50 miliar.
Untuk keperluan tersebut, perseroan menunjuk PT Relliance Securities dan PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin emisi.
Dana IPO akan digunakan untuk investasi infrastruktur telekomunikasi dengan memasang mirroring system dan perluasan platform infrastruktur sebesar 85%, sisanya 15% untuk modal kerja.
Permohonan IPO telah diajukan ke Bapepam dan BEI. Tadinya, Inovisi berharap pernyataan efektif IPO bisa diperoleh pada April 2009. Namun hingga saat ini pernyataan efektif belum diterima perseroan, sehingga IPO menjadi tertunda.
"Harga IPO per saham juga belum ditetapkan, masih di kisaran Rp 110-125," ujar Sofia.
Sebelumnya, Direktur Utama Relliance Orias Petrus Moedak mengaku tidak mengetahui pasti mengapa pernyataan efektif Bapepam-LK belum juga keluar.
"Kami juga tidak tahu kenapa belum keluar. Selama ini belum ada jawaban dari Bapepam atas permohonan IPO Inovisi. Kami masih menunggu komentar dari Bapepam soal rencana ini," ujar Orias.
Kendati demikian, Sofia dan Orias tetap optimistis IPO Inovisi dapat dilangsungkan sebelum semester I-2009 berakhir. Pernyataan efektif diharapkan akan diperoleh dalam waktu dekat.
"Tetap di semester I kok. Belum ada perubahan rencana. Kami berharap pernyataan efektif keluar dalam bulan-bulan ini," ujar Orias.
Saat ini pemegang saham Inovisi adalah PT Green Pine (99%) dan PT Surya Multi Prima (1%). Inovisi memiliki 4 anak usaha yaitu, PT Chiron Max, PT Graha Tunas Makmur, PT Andaman Multi Kreasi dan Fastline Limited.
(dro/ir)
"Kalau dari kami ya maunya secepatnya, sebelum akhir Juni 2009. Karena kami menggunakan laporan keuangan Desember 2008," ujar Corporate Secretary Inovisi, Sofia Benita saat dihubungi detikFinance, Senin (25/5/2009).
Perusahaan content provider ini berencana mencatatkan 400 juta lembar saham baru sekitar 40% di harga Rp 110-125 per saham. Target dana IPO Inovisi sebesar Rp 44-50 miliar.
Untuk keperluan tersebut, perseroan menunjuk PT Relliance Securities dan PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin emisi.
Dana IPO akan digunakan untuk investasi infrastruktur telekomunikasi dengan memasang mirroring system dan perluasan platform infrastruktur sebesar 85%, sisanya 15% untuk modal kerja.
Permohonan IPO telah diajukan ke Bapepam dan BEI. Tadinya, Inovisi berharap pernyataan efektif IPO bisa diperoleh pada April 2009. Namun hingga saat ini pernyataan efektif belum diterima perseroan, sehingga IPO menjadi tertunda.
"Harga IPO per saham juga belum ditetapkan, masih di kisaran Rp 110-125," ujar Sofia.
Sebelumnya, Direktur Utama Relliance Orias Petrus Moedak mengaku tidak mengetahui pasti mengapa pernyataan efektif Bapepam-LK belum juga keluar.
"Kami juga tidak tahu kenapa belum keluar. Selama ini belum ada jawaban dari Bapepam atas permohonan IPO Inovisi. Kami masih menunggu komentar dari Bapepam soal rencana ini," ujar Orias.
Kendati demikian, Sofia dan Orias tetap optimistis IPO Inovisi dapat dilangsungkan sebelum semester I-2009 berakhir. Pernyataan efektif diharapkan akan diperoleh dalam waktu dekat.
"Tetap di semester I kok. Belum ada perubahan rencana. Kami berharap pernyataan efektif keluar dalam bulan-bulan ini," ujar Orias.
Saat ini pemegang saham Inovisi adalah PT Green Pine (99%) dan PT Surya Multi Prima (1%). Inovisi memiliki 4 anak usaha yaitu, PT Chiron Max, PT Graha Tunas Makmur, PT Andaman Multi Kreasi dan Fastline Limited.
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
