detikfinance

Pertamina Direstui Tambah Saham di Kilang Senoro

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Selasa, 26/05/2009 12:06 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro merestui rencana PT Pertamina (Persero) menambah kepemilikan sahamnya di Konsorsium DS LNG. Syaratnya, Pertamina harus sudah mengantongi izin dari RUPS dan Menneg BUMN.

"Jadi kalau mau menambah sharenya silakan saja," ujar Purnomo usai  menghadiri Bimasena Energy Law Forum, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (26/5/2009).

Namun Purnomo menyatakan, Pertamina harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Menneg BUMN Sofyan Djalil untuk melakukan penambahan jumlah saham tersebut.

"Yang penting Pertamina memiliki kemampuan untuk itu. Itu dilakukan B to B," jelasnya.

Purnomo menyatakan dalam proyek tersebut, peran Departemen ESDM hanya berhenti di field gate dan saat ini pihaknya tengah menegosiasikan harga sebelum masuk ke LNG plant.

"Sedangkan untuk di well head gas diserahkan ke mereka itu tidak masuk ke kita. Dimana izin penggunaannya apakah mau diekspor atau digunakan untuk dalam negeri itu lingkup Departemen Perdagangan," tegasnya.

Saat ditanya apakah dalam proyek tersebut Pertamina perlu menjadi mayoritas pemegang saham, Purnomo enggan mengomentarinya. "Tergantung nanti aturan bisnisnya gimana," tandasnya.

Seperti diketahui, Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan menyatakan PT Pertamina (Persero) akan menaikan kepemilikan sahamnya dari 29 persen menjadi 31 persen di konsorsium DS LNG.

Menurut  Karen, saat ini komposisi kepemilikan saham di konsorsium DS LNG yaitu 51 persen dimiliki Mitsubishi, Pertamina Persero 29 persen dan saham milik Medco 20 persen.

"Tapi tidak menutup kemungkinan Kita bisa jadi 31 karena Medco akan menurunkan share mereka di DS LNG," jelas Karen dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2009)

Karen menyatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Medco. "Kami sudah berbicara dengan Medco dan kemungkinan mereka bersedia,"ujar Karen.

Karen menjelaskan dengan harga minyak saat ini dengan porsi saham 29 persen maka Investment of Rate Return (IRR) hanya 6 sampai 7 persen.
"Dengan harga sekarang IRR-nya hanya 6-7 persen," ucap Karen.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Ferederick Siahan tidak menyatakan secara pasti darimana dana untuk pembelian saham tersebut berasal. Tapi ia menyatakan alokasi dana untuk melakukan akuisi tahun ini berasal dari Capex sekitar Rp 21 triliun.

Sementara itu, Direktur Proyek PT Medco Energi International, Lukman Mahfoed menyatakan PT Medco Energi International tidak mempermasalahkan pengalihan kepemilikan sahamnya di Konsorsium DS LNG.

"Kalau urusan pengalihan interest 1 atau 2% ke Pertamina ,itu tidak masalah, untuk menggenapkan porsi Pertamina," ujar Lukman.

Menurut Lukman, saat ini Pertamina dan Medco sedang memfokuskan usaha2 agar FID (Final Investment Decision)  bisa dilaksanakan secepatnya. "Itu dilakukan untuk memenuhi jadual penyelesaian proyek tahun 2013," ungkapnya.



(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.