PKS: Tidak Mungkin SBY-Boediono Antek Asing
Jumat, 29/05/2009 15:38 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta semua pihak segera menyudahi perdebatan tentang neoliberalisme. PKS yakin SBY-Boediono tidak akan menjadi alat neoliberalisme yang memihak asing.
"Tidak mungkin SBY-Boediono menjadi antek-antek asing dan itu terlalu dilebih-lebihkan, saya tidak melihat itu dalam sosok Pak SBY dan Pak Boediono," tutur Ketua DPP PKS, Zulkieflimansyah, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
Zul, demikian Zulkieflimansyah disapa, kemudian "membela" dua ekonom yang melekat erat dengan capres usungan PD, SBY. Menurutnya keduanya sudah bertindak normal dengan memainkan pertumbuhan pasar.
"Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani seperti itu ya memang diajari begitu, pasar menjadi sumber kehidupan rakyat kecil. Kebetulan ada keberhasilan mereka, kalau jadi ada pikiran jelek, memang politikus senior pemikirannya begitu," tutur Zul.
Zul kemudian mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak melihat mekanisme pasar sebagai neoliberalisme. Menurutnya semua kebijakan pemerintah kedepan
untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
"Tidak percaya begitu saja dengan mekanisme pasar, jangan latah bahwa semua yang bermekanisme pasar itu kelitu," tutur Zul.
"Tidak dapat dijelaskan juga apabila ekonomi kerakyatan bebas dari mekanisme pasar," imbuhnya.
Zul kemudian menyampaikan harapannya agar semua pihak tidak terus memunculkan isu neoliberalisme menjelang pilpres. Menurutnya banyak hal lain
yang harus diselesaikan.
"Dialog tentang neolib bisa kita minimalisir dan mengedepankan obyektif dan proporsionalitasa," tegasnya.
(aan/lih)
"Tidak mungkin SBY-Boediono menjadi antek-antek asing dan itu terlalu dilebih-lebihkan, saya tidak melihat itu dalam sosok Pak SBY dan Pak Boediono," tutur Ketua DPP PKS, Zulkieflimansyah, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
Zul, demikian Zulkieflimansyah disapa, kemudian "membela" dua ekonom yang melekat erat dengan capres usungan PD, SBY. Menurutnya keduanya sudah bertindak normal dengan memainkan pertumbuhan pasar.
"Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani seperti itu ya memang diajari begitu, pasar menjadi sumber kehidupan rakyat kecil. Kebetulan ada keberhasilan mereka, kalau jadi ada pikiran jelek, memang politikus senior pemikirannya begitu," tutur Zul.
Zul kemudian mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak melihat mekanisme pasar sebagai neoliberalisme. Menurutnya semua kebijakan pemerintah kedepan
untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
"Tidak percaya begitu saja dengan mekanisme pasar, jangan latah bahwa semua yang bermekanisme pasar itu kelitu," tutur Zul.
"Tidak dapat dijelaskan juga apabila ekonomi kerakyatan bebas dari mekanisme pasar," imbuhnya.
Zul kemudian menyampaikan harapannya agar semua pihak tidak terus memunculkan isu neoliberalisme menjelang pilpres. Menurutnya banyak hal lain
yang harus diselesaikan.
"Dialog tentang neolib bisa kita minimalisir dan mengedepankan obyektif dan proporsionalitasa," tegasnya.
(aan/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
