Bea Keluar akan Tekan Ekspor CPO Juni 10%
Jumat, 29/05/2009 20:05 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memastikan pengenaan bea keluar crude palm oil (CPO) akan menekan ekspor CPO bulan Juni hingga 10% dari bulan sebelumnya. Dampak kebijakan ini juga akan merembet pada harga tandan buah segar (TBS) petani dan CPO di dalam negeri.
"Akan mengakibatkan berkurangnya ekspor CPO pada bulan Juni nanti, estimasi kami bisa berkurang sekitar 5%-10% dibandingkan bulan Mei," kata Direktur Bidang Pemasaran Gapki Susanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (29/5/2009).
Selain itu, kata dia, dampak pengenaan bea keluar 3%, pasti menurunkan pendapatan para petani dalam bentuk penurunan harga tandan buah segar sekitar Rp 25 per kg dan tentunya menurunkan harga cpo dalam negeri.
"Kalau ditanya apakah GAPKI menyetujui bea keluar (BK) ini ? Maka sebagai asosiasi industri hulu, GAPKI tidak setuju dengan BK, karena akan mendistorsi pasar dan menghambat pengembangan industri hulu," ungkapnya.
Ia mengharapkan seharusnya pemerintah mempertimbangkan cara-cara lain yang lebih jangka panjang agar memacu industri hulu maupun hilir berkembang.
Yaitu diantaranya perbaikan dan peningkatan infrastruktur pelabuhan, penyediaan sumber energi yang efisien, membantu pemasaran dan promosi cpo dan produk turunan ke luar negeri, mengurangi berbagai ekonomi biaya tinggi, menciptakan kepastian hukum dan kepastian berusaha, adanya peraturan pemerintah yang konsisten, dukungan dana dari perbankan dan lain-lain.
"Kita tidak setuju dengan bea keluar namun kita dapat memakluminya kerena Kepmen tentang BK ini telah ditetapkan sejak tahun lalu dan berdasarkan hasil kesepakatan pemerintah dan dunia usaha, kita mengharapkan pemerintah konsisten denga peraturan yang ada, dan jangan mengubah-ubah batas harga yang dikenakakan BK sehigga ada kepastian bagi pasar CPO," paparnya panjang lebar.
(hen/lih)
"Akan mengakibatkan berkurangnya ekspor CPO pada bulan Juni nanti, estimasi kami bisa berkurang sekitar 5%-10% dibandingkan bulan Mei," kata Direktur Bidang Pemasaran Gapki Susanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (29/5/2009).
Selain itu, kata dia, dampak pengenaan bea keluar 3%, pasti menurunkan pendapatan para petani dalam bentuk penurunan harga tandan buah segar sekitar Rp 25 per kg dan tentunya menurunkan harga cpo dalam negeri.
"Kalau ditanya apakah GAPKI menyetujui bea keluar (BK) ini ? Maka sebagai asosiasi industri hulu, GAPKI tidak setuju dengan BK, karena akan mendistorsi pasar dan menghambat pengembangan industri hulu," ungkapnya.
Ia mengharapkan seharusnya pemerintah mempertimbangkan cara-cara lain yang lebih jangka panjang agar memacu industri hulu maupun hilir berkembang.
Yaitu diantaranya perbaikan dan peningkatan infrastruktur pelabuhan, penyediaan sumber energi yang efisien, membantu pemasaran dan promosi cpo dan produk turunan ke luar negeri, mengurangi berbagai ekonomi biaya tinggi, menciptakan kepastian hukum dan kepastian berusaha, adanya peraturan pemerintah yang konsisten, dukungan dana dari perbankan dan lain-lain.
"Kita tidak setuju dengan bea keluar namun kita dapat memakluminya kerena Kepmen tentang BK ini telah ditetapkan sejak tahun lalu dan berdasarkan hasil kesepakatan pemerintah dan dunia usaha, kita mengharapkan pemerintah konsisten denga peraturan yang ada, dan jangan mengubah-ubah batas harga yang dikenakakan BK sehigga ada kepastian bagi pasar CPO," paparnya panjang lebar.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
