detikfinance

Fasilitas BM-DTP Baru Dimanfaatkan 2 Sektor Industri

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 03/06/2009 09:33 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta - Baru dua sektor industri yang memanfaatkan fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM-DTP). Fasilitas ini diberikan dalam rangka mengatasi dampak krisis global dan peningkatan daya saing industri dalam negeri.
 
Berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai menyebutkan sampai 1 Juni 2009, baru ada permohonan fasilitas BM-DTP sebanyak Rp 785,527 miliar dari 2 sektor industri yaitu sektor komponen kendaraan bermotor dan telematika.
 
Demikian disampaikan oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Kusdirman Iskandar dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (3/6/2009).
 
"Sebagai bentuk pemberian stimulus fiskal dalam rangka mengatasi dampak krisis global dan peningkatan daya saing industri dalam negeri, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk pemberian insentif BM-DTP," tuturnya.
 
Sementara dari 11 sektor industri yang mendapatkan fasilitas BM-DTP ini, baru ada 5 sektor yang mengajukan permohonan BM-DTP termasuk 2 yang sudah terealisasi yaitu:


  1. Sektor komponen kendaraan bermotor sebanyak 17 permohonan, sudah diterbitkan 14 SKMK (Surat Keterangan Menteri Keuangan) senilai Rp 74,144 miliar, 3 permohonan dalam proses;
  2. Sektor komponen elektronika sebanyak 4 permohonan yang masih dalam proses;
  3. Sektor Perkapalan 1 permohonan yang masih dalam proses;
  4. Sektor kemasan infus 2 permohonan yang masih dalam proses;
  5. Sektor telematikan 2 permohonan, sudah diterbitkan 1 SKMK senilai Rp 711,383 miliar, dan 1 permohinan masih dalam proses.
 
Sampai saat ini 11 sektor yang sudah ditentukan mendapatkan BM-DTP adalah:

  1. Pesawat terbang dengan pagu anggaran Rp 416 miliar
  2. Komponen kendaraan bermotor dengan pagu anggaran Rp 795,2 miliar
  3. Komponen elektronika dengan pagu anggaran Rp 215,4 miliar
  4. Perkapalan dengan pagu anggaran Rp 151 miliar
  5. Alat Besar dengan pagu anggaran Rp 106 miliar
  6. Kemasan infus dengan pagu anggaran Rp 11,4 miliar
  7. PLTU dengan pagu anggaran Rp 14 miliar
  8. Sorbitol dengan pagu anggaran Rp 700 juta
  9. Telematika dengan pagu anggaran Rp 50 miliar
  10. Methyltin Mercaptide dengan pagu anggaran Rp 900 juta
  11. Ballpoint dengan pagu anggaran Rp 3,2 miliar
 
Jumlah dari sebelas sektor ini baru sebesar Rp 1,736 triliun. Sedangkan sisanya masih dikaji oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan untuk menambah sektor lainnya.
 
Sektor industri diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas ini, karena jika masih ada sisa anggaran, maka dana tersebut akan hangus karena tidak terserap.




(dnl/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.