Pengusaha Kurang Manfaatkan Fasilitas BM-DTP Karena Ribet
Rabu, 03/06/2009 10:47 WIB
(Foto: Suhendra-detikFinance)
Jakarta - Minat pengusaha untuk memanfaatkan fasilitas BM-DTP (Bea Masuk Ditanggung Pemerintah) masih minim karena proses adminitrasi yang memakan waktu serta lambatnya aturan ini dikeluarkan.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor) Hadi Suryadipraja dalam acara jumpa pers mengenai BM-DTP di Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Rabu (3/6/2009).
"PMK (Peraturan Menteri Keuangan) untuk BM-DTP keluar 31 Desember 2008, dan 26 Februari 2009 baru dikeluarkan PMK per sektor yang mendapat insentif ini, dan tanggal 4 April 2009 baru dikeluarkan Peraturan Dirjen Bea dan Cukai-nya jadi waktunya tidak sampai 1 tahun, belum lagi proses yang memakan waktu," tuturnya.
Hadi mengatakan seharusnya sejak awal tahun aturan ini sudah dibuat sehingga para importir bisa memanfaatkannya dengan maksimal, di tengah kondisi krisis ekonomi global.
"Terlalu lambat pelaksanaannya, jadi sudah 4 bulan lewat baru aktif digunakan. Belum lagi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas ini tidak mudah" tandasnya.
Berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai menyebutkan sampai 1 Juni 2009, baru ada permohonan fasilitas BM-DTP sebanyak Rp 785,527 miliar dari 2 sektor industri yaitu sektor komponen kendaraan bermotor dan telematika.
Dari 11 sektor industri yang mendapatkan fasilitas BM-DTP ini, baru ada 5 sektor yang mengajukan permohonan fasilitas ini. Di 2009 pemerintah mengalokasikan anggaran BM-DTP sebesar Rp 2,5 triliun.
(dnl/ir)
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor) Hadi Suryadipraja dalam acara jumpa pers mengenai BM-DTP di Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Rabu (3/6/2009).
"PMK (Peraturan Menteri Keuangan) untuk BM-DTP keluar 31 Desember 2008, dan 26 Februari 2009 baru dikeluarkan PMK per sektor yang mendapat insentif ini, dan tanggal 4 April 2009 baru dikeluarkan Peraturan Dirjen Bea dan Cukai-nya jadi waktunya tidak sampai 1 tahun, belum lagi proses yang memakan waktu," tuturnya.
Hadi mengatakan seharusnya sejak awal tahun aturan ini sudah dibuat sehingga para importir bisa memanfaatkannya dengan maksimal, di tengah kondisi krisis ekonomi global.
"Terlalu lambat pelaksanaannya, jadi sudah 4 bulan lewat baru aktif digunakan. Belum lagi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas ini tidak mudah" tandasnya.
Berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai menyebutkan sampai 1 Juni 2009, baru ada permohonan fasilitas BM-DTP sebanyak Rp 785,527 miliar dari 2 sektor industri yaitu sektor komponen kendaraan bermotor dan telematika.
Dari 11 sektor industri yang mendapatkan fasilitas BM-DTP ini, baru ada 5 sektor yang mengajukan permohonan fasilitas ini. Di 2009 pemerintah mengalokasikan anggaran BM-DTP sebesar Rp 2,5 triliun.
(dnl/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
