BI Rate Terus Turun, Bank Belum Banyak Merespons
Rabu, 03/06/2009 12:51 WIB
(Foto: Angga-detikFinance)
Jakarta - Respons perbankan terhadap penurunan BI Rate masih terbatas, meskipun BI telah menurunkan tingkat BI Rate dari awal tahun 2009 dan saat ini kembali diturunkan ke level 7%.
Direktur Humas dan Perencanaan Strategis BI Dyah N.K. Makhijani mengatakan, respons yang terbatas dari BI ini terlihat dari pertumbuhan kredit dan penurunan suku bunga yang masih belum seperti yang diharapkan.
"Untuk itu BI bersama perbankan akan terus berupaya mengurangi kendala-kendala dalam peningkatan fungsi intermediasi perbankan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (3/6/2009).
BI mencatatkan kondisi perbankan nasional tetap terjaga dengan baik, dimana rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional masih tinggi yaitu 17,6%. Likuiditas perbankan, termasuk likuiditas pasar uang antar bank makin membaik dan DPK (Dana Pihak Ketiga) terus meningkat.
"Namun, BI tetap mencermati peningkatan risiko kredit, rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross dan nett masing-masing meningkat secara marginal dari 4,5% dan 1,9% menjadi 4,6% dan 2%," tukasnya.
(dnl/ir)
Direktur Humas dan Perencanaan Strategis BI Dyah N.K. Makhijani mengatakan, respons yang terbatas dari BI ini terlihat dari pertumbuhan kredit dan penurunan suku bunga yang masih belum seperti yang diharapkan.
"Untuk itu BI bersama perbankan akan terus berupaya mengurangi kendala-kendala dalam peningkatan fungsi intermediasi perbankan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (3/6/2009).
BI mencatatkan kondisi perbankan nasional tetap terjaga dengan baik, dimana rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional masih tinggi yaitu 17,6%. Likuiditas perbankan, termasuk likuiditas pasar uang antar bank makin membaik dan DPK (Dana Pihak Ketiga) terus meningkat.
"Namun, BI tetap mencermati peningkatan risiko kredit, rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross dan nett masing-masing meningkat secara marginal dari 4,5% dan 1,9% menjadi 4,6% dan 2%," tukasnya.
(dnl/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
