Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak
Rabu, 03/06/2009 13:30 WIB
Foto: Taufik Gumulya
Jakarta - Waktu terus berjalan, bulan Juni telah tiba berarti tinggal 1 bulan lagi anak kita akan memasuki tahun ajaran baru, tanpa terasa usia kita maupun usia anak kita terus bertambah, sebagai orang tua tentu menginginkan pendidikan yang didapat oleh anak kita lebih baik dari pendidikan orang tuanya. Lalu bagaiman kita mempersiapkan dana pendidikannya?
Dalam mepersiapkan dana untuk pendidikan alangkah baiknya kita memulai sejak dini, seorang perencana keuangan tentu akan menganjurkan kepada kliennya untuk memulainya segera, sekarang (saat ini), ya karena jika kita menunda maka akan berakibat semakin besar dana yang harus kita investasikan. Bahkan alangkah baiknya sejak seorang bayi dilahirkan, orang tua sudah dapat mengalokasikan sebagian pendapatan yang diterima untuk dana pendidikan.
Sebelum kita membahas berapa besar dana yang dilokasikan untuk biaya pendidikan kelak, ada baiknya bahwa kita mengerti faktor lain yang melekat pada dana pendidikan tersebut. Tabel berikut adalah jenis biaya2 pada umumnya:
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa dana utama yang wajib dipersiapkan adalah uang pangkal, uang sekolah (bulanan / semesteran) besarnya tentu 100%, sedang sisanya adalah dana tambahan dengan kisaran penambahan 10% s/d 20%.
Selanjutnya alangkah bijaknya jika mengetahui berapa besar kenaikan biaya-biaya tersebut diatas, hasil penelitian internal kami bahwa kenaikan biaya pendidikan adalah melebihi inflasi tahunan dari negara tersebut, hal ini berlaku dinegara manapun sebagai contoh inflasi tahunan Indonesia bulan Juli 2008 adalah 11,90% (data dari www.bi.go.id) maka dalam perhitungan biaya pendidikan di Indonesia wajib kita hitung dengan kisaran peningkatan sebesar 1,5 - 2 kali inflasi negara yakni sebesar 17,85% hingga 23,8%.
Sebagai contoh jika besar dana utama pendidikan ditahun 2008 adalah Rp 25.000.000 maka kisaran dana pendidikan yang dipersiapkan di tahun 2009 adalah menjadi sebesar Rp 29.462.500 hingga Rp 30.950.000 sedang besar kisaran dana tambahan adalah sebesar Rp 2.946.250 hingga Rp 6.190.000.
Demikianlah, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya pendidikan kelak yang harus dicapai. Ada hal penting yang harus diperhatikan adalah tanggal lahir anak, hal ini menjadi penting agar perhitungan akurat, kenyataannya banyak perencana keuangan yang tidak melihat dari tanggal lahir melainkan hanya dari usia sang anak, bagi kami perhitungan dengan metode tanggal lahir bertujuan untuk menghindari kekurangan dana (terutama jika waktu tersedia sangat pendek, dibawah 3 tahun), untuk lebih jelasnya marilah kita lihat tabel berikut:
Keterangan: Asumsi inflasi pendidikan 17,85% dengan penempatan investasi yang memiliki return (pengembalian) investasi sebesar 6% per tahun.
Dari data diatas jika uang pendidikan untuk Vania hanya dapat di investasikan selama 2 tahun sementara rencana investasi 3 tahun dengan jumlah Rp 416.000,- per bulan (jika tidak menggunakan metode tanggal lahir) maka sudah pasti terjadi kekurangan dana pendidikan.
Perhitungan yang akurat adalah jika menggunakan metoda tanggal lahir sehingga investasi dilakukan sebesar Rp 546.109,- perbulan selama 2 tahun sehingga tidak terjadi defisit dana pendidikan.
Pembaca yang bijak setelah kita melakukan investasi yang dilakukan rutin setiap bulan maka kami menyarankan agar orang tua juga melakukan perlidungan terhadap resiko yang mungkin terjadi dalam hal ini adalah asuransi jiwa. Kami menyarankan memilih asuransi jiwa tipe YRT (Yearly Renewable Term), dimana Premi meningkat setiap tahun sebagai contoh jika seorang laki-laki tidak merokok usia 35 tahun uang pertanggungan (UP) Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) maka memiliki kisaran permi sebesar Rp 2.300.000 hingga Rp 3.700.000 pertahun.
Demikian perhitungan yang lebih akurat mengenai persiapan dana pendidikan anak dan jangan lupa harus disertai dengan proteksi asuransi jiwa dengan benar sehingga jika terjadi resiko yang terburuk (kematian) anak tetap dapat mencapai pendidikan yang tertinggi, semoga artikel ini bermanfaat.
Taufik Gumulya CFP®, Perecana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services
(qom/qom)
Dalam mepersiapkan dana untuk pendidikan alangkah baiknya kita memulai sejak dini, seorang perencana keuangan tentu akan menganjurkan kepada kliennya untuk memulainya segera, sekarang (saat ini), ya karena jika kita menunda maka akan berakibat semakin besar dana yang harus kita investasikan. Bahkan alangkah baiknya sejak seorang bayi dilahirkan, orang tua sudah dapat mengalokasikan sebagian pendapatan yang diterima untuk dana pendidikan.
Sebelum kita membahas berapa besar dana yang dilokasikan untuk biaya pendidikan kelak, ada baiknya bahwa kita mengerti faktor lain yang melekat pada dana pendidikan tersebut. Tabel berikut adalah jenis biaya2 pada umumnya:
| Jenjang pendidikan | Uang Pangkal | Uang Bulanan | Uang Semesteran | Uang Buku | Uang Seragam | Uang Ekskul | Uang kegiatan luar sekolah | Uang kegiatan lain-lain |
| Kelompok Bermain | y | y | t | t | t | t | y | y |
| TK | y | y | t | t | t | t | y | y |
| SD | y | y | t | y | y | y | y | y |
| SMP | y | y | t | y | y | y | y | y |
| SMA | y | y | t | y | y | y | y | y |
| S1 | y | t | y | y | t | y | y | y |
| S2 | y | t | y | y | t | t | y | y |
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa dana utama yang wajib dipersiapkan adalah uang pangkal, uang sekolah (bulanan / semesteran) besarnya tentu 100%, sedang sisanya adalah dana tambahan dengan kisaran penambahan 10% s/d 20%.
Selanjutnya alangkah bijaknya jika mengetahui berapa besar kenaikan biaya-biaya tersebut diatas, hasil penelitian internal kami bahwa kenaikan biaya pendidikan adalah melebihi inflasi tahunan dari negara tersebut, hal ini berlaku dinegara manapun sebagai contoh inflasi tahunan Indonesia bulan Juli 2008 adalah 11,90% (data dari www.bi.go.id) maka dalam perhitungan biaya pendidikan di Indonesia wajib kita hitung dengan kisaran peningkatan sebesar 1,5 - 2 kali inflasi negara yakni sebesar 17,85% hingga 23,8%.
Sebagai contoh jika besar dana utama pendidikan ditahun 2008 adalah Rp 25.000.000 maka kisaran dana pendidikan yang dipersiapkan di tahun 2009 adalah menjadi sebesar Rp 29.462.500 hingga Rp 30.950.000 sedang besar kisaran dana tambahan adalah sebesar Rp 2.946.250 hingga Rp 6.190.000.
Demikianlah, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya pendidikan kelak yang harus dicapai. Ada hal penting yang harus diperhatikan adalah tanggal lahir anak, hal ini menjadi penting agar perhitungan akurat, kenyataannya banyak perencana keuangan yang tidak melihat dari tanggal lahir melainkan hanya dari usia sang anak, bagi kami perhitungan dengan metode tanggal lahir bertujuan untuk menghindari kekurangan dana (terutama jika waktu tersedia sangat pendek, dibawah 3 tahun), untuk lebih jelasnya marilah kita lihat tabel berikut:
| Anak | Tgl Lahir | Usia | Pendidikan Saat Ini | Usia Masuk SD | Dana Tersedia | Waktu Tersedia | Biaya Pendidikan sat ini | Biaya nanti | Investasi per bulan |
| Kania | 10 April 2006 | 3 thn | KB | 6 thn | Juni 2012 | 3 tahun | Rp 10 juta | Rp 16.367.742 | Rp 416.100 |
| Vania | 17 Agustus 2005 | 3 thn | TK A | 6 thn | Juni 2012 | 2 tahun | Rp 10 juta | Rp 13.888.623 | Rp 546.109 |
Dari data diatas jika uang pendidikan untuk Vania hanya dapat di investasikan selama 2 tahun sementara rencana investasi 3 tahun dengan jumlah Rp 416.000,- per bulan (jika tidak menggunakan metode tanggal lahir) maka sudah pasti terjadi kekurangan dana pendidikan.
Perhitungan yang akurat adalah jika menggunakan metoda tanggal lahir sehingga investasi dilakukan sebesar Rp 546.109,- perbulan selama 2 tahun sehingga tidak terjadi defisit dana pendidikan.
Pembaca yang bijak setelah kita melakukan investasi yang dilakukan rutin setiap bulan maka kami menyarankan agar orang tua juga melakukan perlidungan terhadap resiko yang mungkin terjadi dalam hal ini adalah asuransi jiwa. Kami menyarankan memilih asuransi jiwa tipe YRT (Yearly Renewable Term), dimana Premi meningkat setiap tahun sebagai contoh jika seorang laki-laki tidak merokok usia 35 tahun uang pertanggungan (UP) Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) maka memiliki kisaran permi sebesar Rp 2.300.000 hingga Rp 3.700.000 pertahun.
Demikian perhitungan yang lebih akurat mengenai persiapan dana pendidikan anak dan jangan lupa harus disertai dengan proteksi asuransi jiwa dengan benar sehingga jika terjadi resiko yang terburuk (kematian) anak tetap dapat mencapai pendidikan yang tertinggi, semoga artikel ini bermanfaat.
Taufik Gumulya CFP®, Perecana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
