Harga Minyak Kembali Naik, Krisis Pangan Bisa Terjadi Lagi
Rabu, 03/06/2009 14:09 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Krisis pangan yang telah terjadi beberapa waktu lalu seakan terlupakan oleh krisis global yang membuat harga minyak dunia turun sehingga mengakhiri periode krisis tersebut. Saat ini harga minyak dunia kembali merangkak naik. Akankah krisis pangan akan kembali terulang lagi?
Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Franciscus Welirang dalam acara konferensi pers di kantor Kadin, mengatakan bahwa meski dunia telah melewati krisis pangan namun potensi terulangnya krisis serupa sangat besar.
Berdasarkan pengalaman, kebutuhan energi akan terus berlomba-lomba dengan kebutuhan pangan manusia. Terlebih lagi perubahan iklim, gagal panen, wabah hama akan terus mengancam pasokan pangan dunia.
"Pada tingkat dunia pasokan itu selalu serius kegagalan penen bisa terjadi dimana-mana, kita tidak bisa kontrol, jadi jangan dianggap enteng," ucap Franky.
Menurut Franky, saat ini komoditas pangan yang harus diwaspadai diantaranya beras, jagung, kedelai dan pangan lainnya. Terlebih lagi beberapa komoditi yang bersilangan kebutuhannya dengan kebutuhan energi seperti sawit, kedelai, singkong.
"Kita negara yang sudah cukup bisa lewati krisis pangan tapi kita jangan tidur," sergahnya.
Untuk itu ia mengharapkan perlu adanya kesepakatan bersama, antara semua pihak yaitu pemerintah, pengusaha untuk bisa bersinergi menjaga ketahanan pangan.
"Pemerintah kemarin saya lihat sudah cukup responsif menghadapi krisis pangan," ucapnya.
Dalam rangka mewaspadai hal tersebut Kadin menggelar program yang diberinama program Feed The World, yang akan didahului menggelar 7 kali simposium untuk komoditi unggulan seperti gula, jagung, kedelai, sawit, peternakan, kalautan dan perikanan, komoditi holtikura, umbi-umbian, teh, kakao dan kopi.
Dari program ini Kadin, berharap pemerintah bisa memiliki road map ketahanan pangan, khususnya dalam rencana kerja jangka pendek 2009-2014 dan rencananya kerja jangka panjang periode 2009-2014. Rencananya pada tanggal 12-14 Oktober 2009 dalam rangka hari pangan dunia Kadin akan menggelar seminar Feed The World yang akan mengundang dari pihak lembaga pangan dunia (FAO).
(hen/lih)
Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Franciscus Welirang dalam acara konferensi pers di kantor Kadin, mengatakan bahwa meski dunia telah melewati krisis pangan namun potensi terulangnya krisis serupa sangat besar.
Berdasarkan pengalaman, kebutuhan energi akan terus berlomba-lomba dengan kebutuhan pangan manusia. Terlebih lagi perubahan iklim, gagal panen, wabah hama akan terus mengancam pasokan pangan dunia.
"Pada tingkat dunia pasokan itu selalu serius kegagalan penen bisa terjadi dimana-mana, kita tidak bisa kontrol, jadi jangan dianggap enteng," ucap Franky.
Menurut Franky, saat ini komoditas pangan yang harus diwaspadai diantaranya beras, jagung, kedelai dan pangan lainnya. Terlebih lagi beberapa komoditi yang bersilangan kebutuhannya dengan kebutuhan energi seperti sawit, kedelai, singkong.
"Kita negara yang sudah cukup bisa lewati krisis pangan tapi kita jangan tidur," sergahnya.
Untuk itu ia mengharapkan perlu adanya kesepakatan bersama, antara semua pihak yaitu pemerintah, pengusaha untuk bisa bersinergi menjaga ketahanan pangan.
"Pemerintah kemarin saya lihat sudah cukup responsif menghadapi krisis pangan," ucapnya.
Dalam rangka mewaspadai hal tersebut Kadin menggelar program yang diberinama program Feed The World, yang akan didahului menggelar 7 kali simposium untuk komoditi unggulan seperti gula, jagung, kedelai, sawit, peternakan, kalautan dan perikanan, komoditi holtikura, umbi-umbian, teh, kakao dan kopi.
Dari program ini Kadin, berharap pemerintah bisa memiliki road map ketahanan pangan, khususnya dalam rencana kerja jangka pendek 2009-2014 dan rencananya kerja jangka panjang periode 2009-2014. Rencananya pada tanggal 12-14 Oktober 2009 dalam rangka hari pangan dunia Kadin akan menggelar seminar Feed The World yang akan mengundang dari pihak lembaga pangan dunia (FAO).
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
