Harga Minyak Naik Lagi, Waspadai Laju Inflasi
Rabu, 03/06/2009 14:22 WIB
(Foto:Reuters)
Jakarta - Harga minyak dunia mulai merangkak naik yang harus diwaspadai imbasnya terhadap laju inflasi ke depannya. Karena kenaikan harga minyak akan diikuti oleh peningkatan harga barang-barang komoditas lain.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2009). Harga minyak dunia kini ada di level 68 per barel.
"Bagi inflasi ada 2 komponen yang harus diwaspadai dengan kenaikan harga minyak dunia. Pertama adalah kenaikan harga BBM dalam negeri dan kedua adalah kenaikan harga komoditas subtitusi minyak seperti batubara dan lainnya," tuturnya.
Karena itu, Rusman menghimbau pemerintah untuk terus memantau kondisi APBN seiring dengan kenaikan harga minyak dunia yang terjadi.
"Itu (kenaikan inflasi) harus diwaspadai betul, kita setiap saat harus mereview APBN. Saya pikir APBN masih bisa tahan sampai level harga minyak dunia US$ 70 per barel, itu angka psikologis," katanya.
Sebelumnya Bank Indonesia menyatakan mewaspadai tekanan inflasi di tahun 2010 bersamaan dengan perkiraan kenaikan harga beberapa komoditi dunia.
Saat ini BI melihat tekanan inflasi terus menurun didukung oleh penguatan Rupiah dan terjaganya harga-harga barang kebutuhan pokok. Sampai bulan Mei 2009 inflasi baru mencapai 0,1% dari Januari-Mei 2009. Sementara year on year mencapai 6,04%, sehingga inflasi pada akhir 2009 diperkirakan masih sesuai target BI 5%-7%.
(dnl/ir)
Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2009). Harga minyak dunia kini ada di level 68 per barel.
"Bagi inflasi ada 2 komponen yang harus diwaspadai dengan kenaikan harga minyak dunia. Pertama adalah kenaikan harga BBM dalam negeri dan kedua adalah kenaikan harga komoditas subtitusi minyak seperti batubara dan lainnya," tuturnya.
Karena itu, Rusman menghimbau pemerintah untuk terus memantau kondisi APBN seiring dengan kenaikan harga minyak dunia yang terjadi.
"Itu (kenaikan inflasi) harus diwaspadai betul, kita setiap saat harus mereview APBN. Saya pikir APBN masih bisa tahan sampai level harga minyak dunia US$ 70 per barel, itu angka psikologis," katanya.
Sebelumnya Bank Indonesia menyatakan mewaspadai tekanan inflasi di tahun 2010 bersamaan dengan perkiraan kenaikan harga beberapa komoditi dunia.
Saat ini BI melihat tekanan inflasi terus menurun didukung oleh penguatan Rupiah dan terjaganya harga-harga barang kebutuhan pokok. Sampai bulan Mei 2009 inflasi baru mencapai 0,1% dari Januari-Mei 2009. Sementara year on year mencapai 6,04%, sehingga inflasi pada akhir 2009 diperkirakan masih sesuai target BI 5%-7%.
(dnl/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
