Pertamina Siap Hitung Ulang Harga Gas Senoro dan Matindok
Kamis, 04/06/2009 15:21 WIB
Foto: Epi/detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap menghitung ulang harga gas di well head (kepala sumur) lapangan Senoro dan Matindok. Penghitungan ini diperlukan terkait permintaan dari pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan gas domestik.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di sela-sela kunjungan Menteri ESDM dalam rangka pembentukan kota Gas Palembang di Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2009).
"Kita siap hitung ulang harga di well head biar lebih ekonomis," ujar Karen.
Permintaan pemerintah untuk mengutamakan kebutuhan gas domestik ini membuat Pertamina harus menghitung ulang nilai keekonomian proyek tersebut. Apalagi, proyek Senoro ini termasuk proyek yang menelan investasi yang cukup besar.
Investasi upstream (hulu) lapangan Senoro membutuhkan biaya US$ 780 juta dan lapangan Matindok sekitar US$ 800 juta. Sedangkan investasi lainnya adalah untuk sektor downstream (hilir) sekitar US$ 1,6 miliar.
"Jadi harus dihitung ulang untuk mencari keekonomian," katanya.
Pemerintah memang meminta agar semua proyek gas yang baru dimulai untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Hal ini untuk memenuhi permintaan gas domestik yang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
(epi/lih)
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di sela-sela kunjungan Menteri ESDM dalam rangka pembentukan kota Gas Palembang di Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2009).
"Kita siap hitung ulang harga di well head biar lebih ekonomis," ujar Karen.
Permintaan pemerintah untuk mengutamakan kebutuhan gas domestik ini membuat Pertamina harus menghitung ulang nilai keekonomian proyek tersebut. Apalagi, proyek Senoro ini termasuk proyek yang menelan investasi yang cukup besar.
Investasi upstream (hulu) lapangan Senoro membutuhkan biaya US$ 780 juta dan lapangan Matindok sekitar US$ 800 juta. Sedangkan investasi lainnya adalah untuk sektor downstream (hilir) sekitar US$ 1,6 miliar.
"Jadi harus dihitung ulang untuk mencari keekonomian," katanya.
Pemerintah memang meminta agar semua proyek gas yang baru dimulai untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Hal ini untuk memenuhi permintaan gas domestik yang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
(epi/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
