Barang Sangat Mewah Bakal Kena Pajak Gede
Jumat, 05/06/2009 07:24 WIB
Darmin Nasution (dok detikFinance)
Jakarta - Pemerintah akan mengenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang cukup besar, sebagaimana tertuang dalam RUU PPN dan PPnBM. Namun pajak yang cukup besar itu hanya akan dikenakan pada barang sangat mewah.
Demikian disampaikan Dirjen Pajak Darmin Nasution saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/6/2009) malam.
"Tidak ada yang spesial di situ (PPnBM). Meskipun angka atau tarifnya besar, itu nanti akan dikenakan untuk barang yang sangat sangat sangat mewah, jadi sangatnya sampai 3 kali," ungkapnya.
Saat ini RUU PPN dan PPnBM masih dalam pembahasan di DPR. Kabarnya, tarif PPnBM akan dinaikkan menjadi maksimal 200%. Namun Darmin mengatakan kesepakatan pemerintah dan DPR belum final.
"Angka belum disepakati," imbuhnya.
Darmin juga mengatakan saat ini pemerintah juga belum menentukan kriteria barang mewah yang bisa dikenakan tarif PPnBM ini.
"Kan ada juga barang kecil juga yang harganya berjuta-juta dolar. Kita tidak bsa menentukan batasnya, karena PPnBM itu tidak selalu dipakai. Siapa tahu perlu dipakai, ada barang yang pantas dikenakan PPnBM, kalau tidak ada barang yang pantas dikenakan, maka tidak dikenakan," paparnya.
Dikatakannya kriteria barang mewah nanti akan diatur dalam bentuk PP (Peraturan Pemerintah) atau PMK (Peraturan Menteri Keuangan) dan bisa berubah-ubah.
Tapi dalam RUU baru ini, Darmin menegaskan arah pemerintah justru mengurangi dan menurunkan barang-barang yang kena tarif PPN.
"Kita arahnya malah mengurangi dan menurunkan barang kena PPN," tukasnya.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan Dirjen Pajak Darmin Nasution saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/6/2009) malam.
"Tidak ada yang spesial di situ (PPnBM). Meskipun angka atau tarifnya besar, itu nanti akan dikenakan untuk barang yang sangat sangat sangat mewah, jadi sangatnya sampai 3 kali," ungkapnya.
Saat ini RUU PPN dan PPnBM masih dalam pembahasan di DPR. Kabarnya, tarif PPnBM akan dinaikkan menjadi maksimal 200%. Namun Darmin mengatakan kesepakatan pemerintah dan DPR belum final.
"Angka belum disepakati," imbuhnya.
Darmin juga mengatakan saat ini pemerintah juga belum menentukan kriteria barang mewah yang bisa dikenakan tarif PPnBM ini.
"Kan ada juga barang kecil juga yang harganya berjuta-juta dolar. Kita tidak bsa menentukan batasnya, karena PPnBM itu tidak selalu dipakai. Siapa tahu perlu dipakai, ada barang yang pantas dikenakan PPnBM, kalau tidak ada barang yang pantas dikenakan, maka tidak dikenakan," paparnya.
Dikatakannya kriteria barang mewah nanti akan diatur dalam bentuk PP (Peraturan Pemerintah) atau PMK (Peraturan Menteri Keuangan) dan bisa berubah-ubah.
Tapi dalam RUU baru ini, Darmin menegaskan arah pemerintah justru mengurangi dan menurunkan barang-barang yang kena tarif PPN.
"Kita arahnya malah mengurangi dan menurunkan barang kena PPN," tukasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
