Aktivitas Ekspor di Tanjung Priok Masih Sepi
Jumat, 05/06/2009 07:30 WIB
Aktivitas di pelabuhan (dok detikcom)
Jakarta - Aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok belum berubah banyak atau masih sepi semenjak awal tahun 2009 sebagai imbas dari penurunan aktivitas perdagangan dunia akibat krisis ekonomi global.
Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan berdasarkan pantauannya pada April dan Mei 2009, aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok turun 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Aktivitas ekspor bukan sepi, masih stabil, tapi stabil dalam kondisi yang sepi," ujarnya saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/6/2009).
Penurunan aktivitas ekspor ini dijelaskan Anwar terjadi karena pergerakan ekonomi yang masih rendah.
"Tapi tanda-tanda pemulihan sudah ada, nemun belum terlalu menonjol," ujarnya.
Penerimaan Bea Cukai
Dalam kesempatan itu, Anwar mengatakan penerimaan Bea dan Cukai sampai 29 Mei 2009 sudah mencapai 41,14% dari target 2009. Realisasi penerimaan Bea dan Cukai sampai 29 Mei 2009 adalah sebagai berikut:
Bea Masuk mencapai Rp 7,056 triliun dari target yang sebesar Rp 14,966 triliun.
Cukai mencapai Rp 21,6 triliun dari target yang sebesar Rp 54 triliun.
Bea Keluar mencapai Rp 391, 56 miliar dari target yang sebesar Rp 788,7 miliar.
"Jadi total sudah 41,14% atau sudah mencapai Rp 29,066 triliun dari target
keseluruhan Rp 70,6 triliun," pungkasnya.
(dnl/qom)
Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan berdasarkan pantauannya pada April dan Mei 2009, aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok turun 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Aktivitas ekspor bukan sepi, masih stabil, tapi stabil dalam kondisi yang sepi," ujarnya saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/6/2009).
Penurunan aktivitas ekspor ini dijelaskan Anwar terjadi karena pergerakan ekonomi yang masih rendah.
"Tapi tanda-tanda pemulihan sudah ada, nemun belum terlalu menonjol," ujarnya.
Penerimaan Bea Cukai
Dalam kesempatan itu, Anwar mengatakan penerimaan Bea dan Cukai sampai 29 Mei 2009 sudah mencapai 41,14% dari target 2009. Realisasi penerimaan Bea dan Cukai sampai 29 Mei 2009 adalah sebagai berikut:
Bea Masuk mencapai Rp 7,056 triliun dari target yang sebesar Rp 14,966 triliun.
Cukai mencapai Rp 21,6 triliun dari target yang sebesar Rp 54 triliun.
Bea Keluar mencapai Rp 391, 56 miliar dari target yang sebesar Rp 788,7 miliar.
"Jadi total sudah 41,14% atau sudah mencapai Rp 29,066 triliun dari target
keseluruhan Rp 70,6 triliun," pungkasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
