McDonald's Tolak Pernyataan Bambang Rachmadi
Senin, 08/06/2009 10:06 WIB
Foto: McDonald\'s
Jakarta - Pengusaha Bambang Rachmadi kecewa karena merasa tidak dilibatkan dalam pengalihan aset McDonald's di Indonesia ke Grup Sosro. Namun pihak McDonald's mengklaim sebaliknya, Bambang sudah diberitahu semua keputusan tersebut secara lengkap dan sesuai prosedur.
"Bapak Rachmadi sudah diberitahu mengenai semua hal yang diputuskan oleh para pemegang saham PT BNR secara lengkap dan sesuai prosedur. Beliau memiliki kesempatan cukup untuk didengar dan turut serta mengambil keputusan mengenai hal-hal yang diputuskan dalam rapat tersebut," demikian tercantum dalam pernyataan tertulis manajemen PT Bina Nusa Rama (PT BNR) yang dikutip detikFinance, Senin (8/6/2009).
PT BNR merupakan perusahaan patungan Bambang Rachmadi dan McDonald's pusat. PT BNR selama ini adalah pemegang waralaba McDonald's di Indonesia.
Perusahaan milik Bambang Rachmadi, yaitu PT Rezeki Murni adalah pemegang saham 10 persen di PT BNR. Bambang berlaku sebagai Presiden Direktur dan pemegang saham mayoritas di PT Rezeki Murni.
Pada 3 Juni 2009, PT BNR mencapai kesepakatan dengan PT Rekso Nasional Food (PT RNF) yang masih anak usaha Grup Sosro. PT BNR adalah pemegang waralaba McDonald's dan telah mengalihkan sebagian besar dari keseluruhan asetnya kepada PT RNF.
Menurut PT BNR, pengalihan aset ini sudah dilakukan dengan persetujuan para pemegang saham PT BNR, termasuk PT Rezeki Murni yang merupakan perusahaan Bambang Rachmadi.
"PT Rezeki Murni saat ini masih menjadi pemegang saham PT BNR. Bambang Rachmadi dan perusahaannya PT Ramako Gerbangmas saat ini masih menjadi pemegang waralaba McDonald's dengan 13 restoran McDonald's di Indonesia," tambah pernyataan tersebut.
Selain itu, pernyataan tersebut juga menyebutkan Bambang Rachmadi saat ini tidak lagi menjabat sebagai Presiden Direktur maupun anggota Dewan Komisaris PT BNR. Bambang sudah mengundurkan diri pada 12 Mei 2008 dan posisinya sudah digantikan oleh orang lain.
PT BNR pun menyayangkan pernyataan-pernyataan Bambang selama ini yang mengklaim dirinya tidak pernah diajak berunding atas pengalihan aset perusahaan.
"Semua fakta yang dilontarkan adalah sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada dan sangat tidak memiliki dasar dan tidak benar," tambah pernyataan tersebut.
(lih/ir)
"Bapak Rachmadi sudah diberitahu mengenai semua hal yang diputuskan oleh para pemegang saham PT BNR secara lengkap dan sesuai prosedur. Beliau memiliki kesempatan cukup untuk didengar dan turut serta mengambil keputusan mengenai hal-hal yang diputuskan dalam rapat tersebut," demikian tercantum dalam pernyataan tertulis manajemen PT Bina Nusa Rama (PT BNR) yang dikutip detikFinance, Senin (8/6/2009).
PT BNR merupakan perusahaan patungan Bambang Rachmadi dan McDonald's pusat. PT BNR selama ini adalah pemegang waralaba McDonald's di Indonesia.
Perusahaan milik Bambang Rachmadi, yaitu PT Rezeki Murni adalah pemegang saham 10 persen di PT BNR. Bambang berlaku sebagai Presiden Direktur dan pemegang saham mayoritas di PT Rezeki Murni.
Pada 3 Juni 2009, PT BNR mencapai kesepakatan dengan PT Rekso Nasional Food (PT RNF) yang masih anak usaha Grup Sosro. PT BNR adalah pemegang waralaba McDonald's dan telah mengalihkan sebagian besar dari keseluruhan asetnya kepada PT RNF.
Menurut PT BNR, pengalihan aset ini sudah dilakukan dengan persetujuan para pemegang saham PT BNR, termasuk PT Rezeki Murni yang merupakan perusahaan Bambang Rachmadi.
"PT Rezeki Murni saat ini masih menjadi pemegang saham PT BNR. Bambang Rachmadi dan perusahaannya PT Ramako Gerbangmas saat ini masih menjadi pemegang waralaba McDonald's dengan 13 restoran McDonald's di Indonesia," tambah pernyataan tersebut.
Selain itu, pernyataan tersebut juga menyebutkan Bambang Rachmadi saat ini tidak lagi menjabat sebagai Presiden Direktur maupun anggota Dewan Komisaris PT BNR. Bambang sudah mengundurkan diri pada 12 Mei 2008 dan posisinya sudah digantikan oleh orang lain.
PT BNR pun menyayangkan pernyataan-pernyataan Bambang selama ini yang mengklaim dirinya tidak pernah diajak berunding atas pengalihan aset perusahaan.
"Semua fakta yang dilontarkan adalah sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada dan sangat tidak memiliki dasar dan tidak benar," tambah pernyataan tersebut.
(lih/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
