Restrukturisasi Pabrik Gula Diselamatkan Lonjakan Harga
Senin, 08/06/2009 11:34 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Lonjakan harga gula di dalam negeri yang sempat terjadi beberapa waktu lalu justru menjadi stimulus atau gairah bagi para produsen gula untuk tetap melanjutkan program restrukturisasi (peremajaan) mesin atau peralatan pabrik gula dengan berinvestasi membeli mesin baru di 2009.
Padahal pemerintah sempat mengkhawatirkan harga jual gula dari pabrik yang sempat turun hingga di bawah Rp 5.000 per kg. Namun kini harga tersebut sudah terangkat mencapai Rp 7200 per kg (harga lelang).
Demikian disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari, dalam acara peluncuran program restrukturisasi mesin pabrik gula, di kantornya, Senin (8/6/2009).
"Awalnya pesimis, ketika harga gula sudah di bawah Rp 5000 program restrurktisasi tidak menarik. Alhamdulillah sekarang harganya Rp 7200, jadi bisa feasible," kata Ansari.
Dikatakannya dengan harga yang sudah membaik, maka program peremajaan mesin pabrik gula menjadi menarik bagi produsen gula termasuk dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk meningkatkan efisiensi dan peningkatan produksi gulanya.
Sementara itu, Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Manggabarani menambahkan, lonjakan harga gula saat ini relatif bisa dinikmati oleh petani tebu dalam negeri. Hal ini disebabkan kenaikan harga gula di 2009 lebih cepat dari tahun sebelumnya yaitu terjadi di bulan Mei dan Juni (memasuki musim giling).
"Sekarang ini harga gula naik di awal. Bulan Mei-Juni sudah naik jadi petani yang menikmati harga, kalau sebelumnya di bulan November, gula sudah di tangan pedagang jadi pedagangan yang menikmati kenaikan harga gula," jelas Achmad.
Dengan kondisi demikian ia sangat optimis produksi gula di tahun 2010 bisa mencapai 3,1 juta ton atau lebih tinggi dari target 2009 yang hanya mencapai 2,94 juta ton. Optimisme ini karena petani melakukan pemeliharaan lahan kebun tabu yang relatif baik, yang berdampak luas pada penambahan areal karena margin yang diperoleh petani relatif bagus.
"Petani bisa menikmati harga Rp 6.000 lebih, ini petani happy," jelasnya.
Seperti diketahui sebanyak 9 pabrik gula nasional mengikuti program restrukturisasi (peremajaan) mesin/peralatan pabrik gula tahun 2009 senilai Rp 50 miliar. Pabrik gula itu antaralain PTPN II, PTPN X, PTPN XI, PTPN VII, PTPN IX, PTPN XIV, PT RNI I, PT RNI II dan PT Madu Baru.
Saat ini Indonesia setidaknya memiliki 58 pabrik gula rata-rata memiliki kapasitas 3000 ton per hari, yang dihasilkan oleh mesin-mesin yang sudah uzur rata-rata berusia di atas 20 tahun dengan tingkat rendemen gula hanya kurang dari 7%.
Program ini merupakan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi gula nasional hingga 2,9 juta ton pada tahun 2009, yang saat ini hanya mencapai 2,3 juta ton per tahun.
Dalam skemanya, program ini menyediakan bantuan keringanan pembiayaan pembelian mesin atau peralatan pabrik gula sebesar 10% dari pembelian mesin atau peralatan yang dibeli dari produk dalam negeri yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) diatas 40%.
(hen/lih)
Padahal pemerintah sempat mengkhawatirkan harga jual gula dari pabrik yang sempat turun hingga di bawah Rp 5.000 per kg. Namun kini harga tersebut sudah terangkat mencapai Rp 7200 per kg (harga lelang).
Demikian disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari, dalam acara peluncuran program restrukturisasi mesin pabrik gula, di kantornya, Senin (8/6/2009).
"Awalnya pesimis, ketika harga gula sudah di bawah Rp 5000 program restrurktisasi tidak menarik. Alhamdulillah sekarang harganya Rp 7200, jadi bisa feasible," kata Ansari.
Dikatakannya dengan harga yang sudah membaik, maka program peremajaan mesin pabrik gula menjadi menarik bagi produsen gula termasuk dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk meningkatkan efisiensi dan peningkatan produksi gulanya.
Sementara itu, Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Manggabarani menambahkan, lonjakan harga gula saat ini relatif bisa dinikmati oleh petani tebu dalam negeri. Hal ini disebabkan kenaikan harga gula di 2009 lebih cepat dari tahun sebelumnya yaitu terjadi di bulan Mei dan Juni (memasuki musim giling).
"Sekarang ini harga gula naik di awal. Bulan Mei-Juni sudah naik jadi petani yang menikmati harga, kalau sebelumnya di bulan November, gula sudah di tangan pedagang jadi pedagangan yang menikmati kenaikan harga gula," jelas Achmad.
Dengan kondisi demikian ia sangat optimis produksi gula di tahun 2010 bisa mencapai 3,1 juta ton atau lebih tinggi dari target 2009 yang hanya mencapai 2,94 juta ton. Optimisme ini karena petani melakukan pemeliharaan lahan kebun tabu yang relatif baik, yang berdampak luas pada penambahan areal karena margin yang diperoleh petani relatif bagus.
"Petani bisa menikmati harga Rp 6.000 lebih, ini petani happy," jelasnya.
Seperti diketahui sebanyak 9 pabrik gula nasional mengikuti program restrukturisasi (peremajaan) mesin/peralatan pabrik gula tahun 2009 senilai Rp 50 miliar. Pabrik gula itu antaralain PTPN II, PTPN X, PTPN XI, PTPN VII, PTPN IX, PTPN XIV, PT RNI I, PT RNI II dan PT Madu Baru.
Saat ini Indonesia setidaknya memiliki 58 pabrik gula rata-rata memiliki kapasitas 3000 ton per hari, yang dihasilkan oleh mesin-mesin yang sudah uzur rata-rata berusia di atas 20 tahun dengan tingkat rendemen gula hanya kurang dari 7%.
Program ini merupakan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi gula nasional hingga 2,9 juta ton pada tahun 2009, yang saat ini hanya mencapai 2,3 juta ton per tahun.
Dalam skemanya, program ini menyediakan bantuan keringanan pembiayaan pembelian mesin atau peralatan pabrik gula sebesar 10% dari pembelian mesin atau peralatan yang dibeli dari produk dalam negeri yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) diatas 40%.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
