Pemerintah Belum Terima Laporan Kasus McDonald's
Selasa, 09/06/2009 11:28 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Kisruh bisnis antara Bambang Rachamdi dengan restoran raksasa McDonald's makin panas. Namun hingga kini pemerintah mengaku belum mendapat laporan mengenai kasus tersebut.
"Saya tidak mau komentar, kita lihat dulu perjanjian kontraknya, sampai saat ini belum ada laporan ke pemerintah," kata Menteri Hukum dan Ham Andi Matalatta dalam acara konferensi pers di Hotel Sahid, Selasa (8/6/2009).
Andi menyerukan masalah sengketa bisnis ini, sebaiknya diselesaikan dengan baik secara internal kedua belah pihak dan ia tidak mau banyak komentar soal tersebut.
"Kalau perjanjian suka sama suka, tidak melanggar aturan dan ketertiban hukum oke," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha Bambang Rachmadi menggugat McDonald's karena dinilai sudah mengalihkan aset secara sepihak. Bambang dan McDonald's memang memiliki perusahaan patungan yang memegang hak lisensi waralaba McDonald's di Indonesia. Perusahaan patungan ini bernama PT Bina Nusa Rama (PT BNR).
Namun di lain pihak, manajemen BNR menolak pernyataan Bambang Rachamdi dan mengaku sudah mengajak Bambang berunding sebelum pengalihan aset terjadi. BNR memang sudah resmi mengalihkan sebagian asetnya ke Grup Sosro.
(hen/lih)
"Saya tidak mau komentar, kita lihat dulu perjanjian kontraknya, sampai saat ini belum ada laporan ke pemerintah," kata Menteri Hukum dan Ham Andi Matalatta dalam acara konferensi pers di Hotel Sahid, Selasa (8/6/2009).
Andi menyerukan masalah sengketa bisnis ini, sebaiknya diselesaikan dengan baik secara internal kedua belah pihak dan ia tidak mau banyak komentar soal tersebut.
"Kalau perjanjian suka sama suka, tidak melanggar aturan dan ketertiban hukum oke," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha Bambang Rachmadi menggugat McDonald's karena dinilai sudah mengalihkan aset secara sepihak. Bambang dan McDonald's memang memiliki perusahaan patungan yang memegang hak lisensi waralaba McDonald's di Indonesia. Perusahaan patungan ini bernama PT Bina Nusa Rama (PT BNR).
Namun di lain pihak, manajemen BNR menolak pernyataan Bambang Rachamdi dan mengaku sudah mengajak Bambang berunding sebelum pengalihan aset terjadi. BNR memang sudah resmi mengalihkan sebagian asetnya ke Grup Sosro.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
