BNI Kejar Pasar Kredit Singapura
Rabu, 10/06/2009 14:26 WIB
Jakarta - PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan meluncurkan produk personal loan ke cabangnya di Singapura. Ini dilakukan guna menyasar warga Indonesia yang tinggal di Singapura.
Demikian disampaikan oleh Direktur Treasury dan Internasional BNI Bien Subiantoro dalam keterangan pers di kantornya, Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (10/6/2009).
"BNI secara resmi telah tergabung sebagai associate member Credit Bureau (Singapura) Pte Ltd (CBS). Dengan menjadi Asociate Membership pada CBS, kami dapat melaksanakan proses credit check sebagai bagian dari risk management dan credit approval process ," tuturnya.
BNI merupakan satu-satunya bank asal Indonesia yang memiliki lisensi penuh untuk beroperasi di Singapura.
Bien mengatakan BNI berharap segera melakukan peluncuran produk personal loan di cabang Singapore (BNI Express dan BNI EazyLoan).
Dengan status sebagai anggota CBS, BNI menjadi salah satu dari 19 bank dan lembaga keuangan terkemuka yang saat ini telah lebih dulu menjadi anggota CBS.
"Di tahap awal, personal loan BNI Singapura akan ditargetkan bagi 100.000 warga Indonesia yang tinggal di Singapura, selanjutnya secara bertahap produk ini akan ditawarkan pula bagi penduduk lokal Singapura," tutur Bien.
Keanggotaan BNI tersebut akan memberikan kemudahan untuk memperoleh data mengenai profil risiko nasabah secara lebih lengkap serta meningkatkan kemampuan risk assessment terhadap nasabah.
"Kategori associate member diberikan kepada lembaga keuangan yang menggarap pasar kredit dan pembiayaan tertentu pada segmen target pasar yang spesifik," paparnya.
Bien mengatakan, pada prinsipnya kita memberikan personal loan di Singapura. "Seperti kredit multiguna saja," tukasnya.
Setelah Singapura, lanjut Bien, BNI akan menggarap pangsa consumer loan di Hongkong dan Tokyo. "Setelah Singapura berhasil, kita akan meng-copy ekspansi consumer loan di Singapura di Hongkong dan Tokyo," tuturnya.
Sebelumnya, BNI mempunyai kantor di luar negeri yang berupa investment banking di kedua negara tersebut.
Laba bersih dari investment banking di luar negeri BNI diproyeksikan pada tahun 2009 mencapai US$ 15,4 juta. "Sampai bulan Mei 2009 sudah mencapai sebesar US$ 5,3 juta," katanya.
(dru/dnl)
Demikian disampaikan oleh Direktur Treasury dan Internasional BNI Bien Subiantoro dalam keterangan pers di kantornya, Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (10/6/2009).
"BNI secara resmi telah tergabung sebagai associate member Credit Bureau (Singapura) Pte Ltd (CBS). Dengan menjadi Asociate Membership pada CBS, kami dapat melaksanakan proses credit check sebagai bagian dari risk management dan credit approval process ," tuturnya.
BNI merupakan satu-satunya bank asal Indonesia yang memiliki lisensi penuh untuk beroperasi di Singapura.
Bien mengatakan BNI berharap segera melakukan peluncuran produk personal loan di cabang Singapore (BNI Express dan BNI EazyLoan).
Dengan status sebagai anggota CBS, BNI menjadi salah satu dari 19 bank dan lembaga keuangan terkemuka yang saat ini telah lebih dulu menjadi anggota CBS.
"Di tahap awal, personal loan BNI Singapura akan ditargetkan bagi 100.000 warga Indonesia yang tinggal di Singapura, selanjutnya secara bertahap produk ini akan ditawarkan pula bagi penduduk lokal Singapura," tutur Bien.
Keanggotaan BNI tersebut akan memberikan kemudahan untuk memperoleh data mengenai profil risiko nasabah secara lebih lengkap serta meningkatkan kemampuan risk assessment terhadap nasabah.
"Kategori associate member diberikan kepada lembaga keuangan yang menggarap pasar kredit dan pembiayaan tertentu pada segmen target pasar yang spesifik," paparnya.
Bien mengatakan, pada prinsipnya kita memberikan personal loan di Singapura. "Seperti kredit multiguna saja," tukasnya.
Setelah Singapura, lanjut Bien, BNI akan menggarap pangsa consumer loan di Hongkong dan Tokyo. "Setelah Singapura berhasil, kita akan meng-copy ekspansi consumer loan di Singapura di Hongkong dan Tokyo," tuturnya.
Sebelumnya, BNI mempunyai kantor di luar negeri yang berupa investment banking di kedua negara tersebut.
Laba bersih dari investment banking di luar negeri BNI diproyeksikan pada tahun 2009 mencapai US$ 15,4 juta. "Sampai bulan Mei 2009 sudah mencapai sebesar US$ 5,3 juta," katanya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
