Bea Cukai: Barang Selundupan Paling Banyak Dari Singapura
Kamis, 11/06/2009 15:55 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan barang-barang selundupan di Indonesia terbesar berasal dari Singapura.
"Singapura itu masih paling tinggi. Macam-macam barang masuk ke kita," imbuhnya di sela rapat kerja dengan panitia anggaran DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2008)..
Anwar mengatakan untuk meminimalisir penyelundupan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia melakukan kerjasama dengan Malaysia terkait dengan penanganan penyelundupan di kedua negara tersebut.
"Kita baru signing dengan Malaysia soal penanganan penyelundupan Rabu kemarin (10/6/2009)," katanya.
Dengan kerjasama tersebut, apabila ditemukan penyelundupan di antara kedua negara tersebut maka orang dan barangnya harus dikembalikan ke negara asalnya untuk diproses.
"Dulu kalau ada penyelundupan langsung diproses saja dan barangnya tidak dikembalikan ke negara asalnya," ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya kerjasama tersebut maka diharapkan kedua negara bisa mengurangi tingginya jumlah penyelundupan yang terjadi selama ini.
Saat ini, kerjasama tersebut baru dilakukan dengan Malaysia. Untuk ke depannya, ia berharap kerjasama tersebut bisa diterapkan di berbagai negara tetangga lainnya.
(ang/dnl)
"Singapura itu masih paling tinggi. Macam-macam barang masuk ke kita," imbuhnya di sela rapat kerja dengan panitia anggaran DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2008)..
Anwar mengatakan untuk meminimalisir penyelundupan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia melakukan kerjasama dengan Malaysia terkait dengan penanganan penyelundupan di kedua negara tersebut.
"Kita baru signing dengan Malaysia soal penanganan penyelundupan Rabu kemarin (10/6/2009)," katanya.
Dengan kerjasama tersebut, apabila ditemukan penyelundupan di antara kedua negara tersebut maka orang dan barangnya harus dikembalikan ke negara asalnya untuk diproses.
"Dulu kalau ada penyelundupan langsung diproses saja dan barangnya tidak dikembalikan ke negara asalnya," ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya kerjasama tersebut maka diharapkan kedua negara bisa mengurangi tingginya jumlah penyelundupan yang terjadi selama ini.
Saat ini, kerjasama tersebut baru dilakukan dengan Malaysia. Untuk ke depannya, ia berharap kerjasama tersebut bisa diterapkan di berbagai negara tetangga lainnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
