Sri Mulyani: Harga Minyak Naik, Pengusaha Sudah Kebal
Kamis, 11/06/2009 16:57 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani yakin kondisi harga minyak dunia yang merangkak naik saat ini sudah diperhitungkan dan diantisipasi oleh pelaku usaha.
Alasannya karena para pengusaha sudah memiliki pengalaman sebelumnya yaitu dihadapi oleh kondisi ekstrim. Pergerakan harga minyak yang saat ini mulai merangkak naik hingga US$ 72 per barel mengingatkan pada kondisi 2 tahun lalu yaitu banyak kalangan dunia usaha atau pelaku ekonomi dibuat kelabakan.
"Tapi karena kita sudah punya pengalaman tahun-tahun yang lalu, saya rasa dari sisi pelaku ekonomi maupun rating agency sudah memperkirakan risiko itu. Mereka tidak menganggap itu sebagai faktor yang sangat serius," katanya saat ditemui di kantorya Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Mengenai kenaikan harga minyak saat ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah mengantisipasinya dalam perubahan-perubahan asumsi dari sisi pendapatan maupun pengeluaran pada tahun ini maupun tahun depan.
Menurutnya kenaikan harga minyak akan menimbulkan konsekuensi teehadap postur dan struktur APBN secara keseluruhan, termasuk dari sisi penerimaan maupun subsidi yang harus disediakan pada tahun ini maupun pada tahun depan.
"Jadi, seperti yang terjadi dalam 3 tahun terakhir, harga minyak akan selalu menjadi faktor yang mempengaruhi seluruh postur APBN," jelasnya.
(hen/dnl)
Alasannya karena para pengusaha sudah memiliki pengalaman sebelumnya yaitu dihadapi oleh kondisi ekstrim. Pergerakan harga minyak yang saat ini mulai merangkak naik hingga US$ 72 per barel mengingatkan pada kondisi 2 tahun lalu yaitu banyak kalangan dunia usaha atau pelaku ekonomi dibuat kelabakan.
"Tapi karena kita sudah punya pengalaman tahun-tahun yang lalu, saya rasa dari sisi pelaku ekonomi maupun rating agency sudah memperkirakan risiko itu. Mereka tidak menganggap itu sebagai faktor yang sangat serius," katanya saat ditemui di kantorya Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Mengenai kenaikan harga minyak saat ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah mengantisipasinya dalam perubahan-perubahan asumsi dari sisi pendapatan maupun pengeluaran pada tahun ini maupun tahun depan.
Menurutnya kenaikan harga minyak akan menimbulkan konsekuensi teehadap postur dan struktur APBN secara keseluruhan, termasuk dari sisi penerimaan maupun subsidi yang harus disediakan pada tahun ini maupun pada tahun depan.
"Jadi, seperti yang terjadi dalam 3 tahun terakhir, harga minyak akan selalu menjadi faktor yang mempengaruhi seluruh postur APBN," jelasnya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
